VIRAL Lagu “Erika” ITB: Ini Fakta Sejarah, Pencipta, Lirik, dan Kontroversinya Yang Dituding Pelecehan

DEMOCRAZY.ID – Viral lagu “Erika” yang diciptakan dan disebarkan mahasiswa Fakultas Teknik Pertambangan dan Periminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Lagu ini menuai sorotan karena kontennya dituding mengandung pelecehan terhadap perempuan dan vulgar.

Lagu “Erika” yang kembali viral di media sosial dan menuai polemik membuka kembali jejak lama tradisi di lingkungan kampus, khususnya di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Di balik kontroversi liriknya, lagu ini disebut bukan karya baru, melainkan sudah ada sejak puluhan tahun silam.

Bahkan, lagu ini diunggah di platform YouTube, Apple Music, dan Spotify sejak tahun 2020.

Lagu berjudul “Erika” ini disebut-sebut telah diciptakan sejak tahun 1980-an oleh Orkes Semi Dangdut HMT-ITB (OSD).

Sejak saat itu, lagu ini kerap dinyanyikan oleh para mahasiswa tambang ITB seperti mars jurusan.

Menanggapi tersiarnya video lagu berjudul “Erika” itu, Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) Institut Teknologi Bandung (ITB) buka suara dalam siaran persnya. Dalam pernyataan sikap HMT ITB, mereka menyampaikan permohonan maaf atas beredarnya lagu tersebut.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan,” dikutip dari website resmi ITB, Rabu (15/4/2026).

Pernyataan itu mengungkap bahwa Orkes Semi Dangdut HMT-ITB (OSD) merupakan salah satu unit kegiatan yang berada dalam lingkup HMT-ITB yang telah berdiri sejak tahun 1970-an dan lagu berjudul “Erika” dibuat pada tahun 1980-an.

Lagu tersebut merupakan bagian dari repertoar Orkes Semi Dangdut (OSD), unit musik internal yang kerap tampil dalam berbagai kegiatan mahasiswa.

Sejumlah sumber menyebut, “Erika” bukanlah karya generasi mahasiswa saat ini. Lagu tersebut diduga diciptakan oleh seorang mahasiswa ITB angkatan lama bernama Iwanundin.

Inspirasi liriknya disebut berasal dari pengalaman lapangan di Surabaya, ketika seorang mahasiswa tambang dikisahkan terpikat pada seorang perempuan bernama Erika.

Cerita sederhana itu kemudian berkembang menjadi lagu yang dibawakan dalam lingkup internal Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT).

Dalam perjalanannya, “Erika” menjadi bagian dari tradisi hiburan mahasiswa, khususnya melalui Orkes Semi Dangdut (OSD) yang kerap tampil dalam berbagai kegiatan kampus.

Pada masa itu, lagu tersebut diposisikan sebagai humor internal. Ia hidup di ruang terbatas, dinyanyikan antarangkatan tanpa banyak tafsir kritis.

Bagi sebagian kalangan, lagu ini hanyalah ekspresi guyonan khas mahasiswa yang berkembang sesuai zamannya.

Pada masanya, lagu ini hadir sebagai hiburan satir. Ia berkembang sebagai tradisi turun-temurun—dinyanyikan dari satu generasi ke generasi berikutnya tanpa banyak perubahan berarti.

Bagi kalangan internal, lagu ini dulu dianggap sebagai bagian dari dinamika budaya kampus yang cair dan penuh guyonan.

Namun konteks zaman berubah. Apa yang dahulu dianggap lumrah, kini dipandang dengan perspektif berbeda.

Publik modern menilai lirik lagu ini mengandung unsur yang merendahkan perempuan, sehingga memicu kritik luas setelah potongan videonya beredar di media sosial.

Sejumlah narasi juga menyebut, lagu ini terinspirasi dari kisah seorang mahasiswa saat menjalani kegiatan lapangan di Surabaya.

Cerita tersebut kemudian diolah menjadi lagu dan bertahan sebagai bagian dari folklore internal mahasiswa tambang.

Di tengah perdebatan, muncul dua pandangan. Sebagian pihak menilai penting melihat konteks sejarah kemunculan lagu. Sementara lainnya menegaskan bahwa usia karya tidak menghapus dampak negatif yang mungkin ditimbulkan di masa kini.

Polemik ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tradisi lama, ketika masuk ke ruang publik digital, akan dibaca ulang dengan standar nilai yang lebih sensitif—terutama terkait isu gender dan penghormatan terhadap perempuan.

Lirik lagu seperti “Erika buka celana, diam – diam main gila” mendapat kritik keras dari warganet.

Berikut lirik lagu Erika yang dinyanyikan oleh OSD HMT ITB:

Pengalaman tak terlupa, waktu aku mahasiswa

Kecantol di Surabaya, janda muda nama Erika

Erika buka celana, diam – diam main gila

Sambil bawa botol fanta, siapa mau boleh coba

Oh… goyang Erika luar biasa

Oh… lebar pinggulnya hampir sedepa

Bila disenggolanya celana pasti terbuka

Walau sudah janda sempitnya masih terasa

Pagi – pagi Erika mandi, lenggak – lenggok di pinggir kali

Kagetku setengah mati, lihat barang kayak serabi

Oh… goyang Erika luar biasa

Oh… lebar pinggulnya hampir sedepa

Bila disenggolanya celana pasti terbuka

Walau sudah janda sempitnya masih terasa

Oh… goyang Erika luar biasa

Oh… lebar pinggulnya hampir sedepa

Bila disenggolanya celana pasti terbuka

Walau sudah janda sempitnya masih terasa

Ha ha ha ha … ha hi hi hi hi … hi anunya kegedean

Ha ha ha ha … ha hi hi hi hi … hi itunya kesempitan

Ha ha ha ha … ha hi hi hi hi … hi anunya kegedean

Ha ha ha ha … ha hi hi hi hi … hi itunya kesempitan.

Sumber: Fajar

Artikel terkait lainnya