Investasi reksadana memberikan jalan bagi Anda untuk mempersiapkan finansial lebih matang. Instrumen ini dapat diandalkan untuk mencapai target jangka pendek maupun panjang.
Namun, penting untuk diketahui bahwa dalam menjalankan investasi ini, Anda perlu memperhatikan beberapa faktor, salah satunya yield curve.
Lalu, apa yang dimaksud dengan yield curve itu dan seperti apa penggunaannya di pasar keuangan? Berikut akan dijelaskan secara rinci mengenai yield curve.

Yield curve memiliki arti kurva imbal hasil. Kurva ini menggambarkan hubungan antara imbal hasil atau yield dari sebuah instrumen obligasi dengan tenor atau jangka waktunya.
Kurva dibuat pada kualitas kredit yang sama dan umumnya memakai obligasi pemerintah. Kurva akan digunakan untuk memprediksi inflasi, arah suku bunga, juga pertumbuhan ekonomi di waktu yang akan datang.
Perlu diketahui bahwa yield curve merupakan sebuah poin yang penting untuk dipahami oleh investor. Hal ini disebabkan yield curve adalah indikator utama dari arah perekonomian.
Tidak hanya itu, melalui kurva ini investor juga bisa tahu seperti apa perkiraan suku bunga dan potensi resesi di masa depan.
Melalui analisis yield curve, investor bisa lebih mudah mengelola risiko dan menentukan alokasi investasi di waktu yang akan datang. Tujuannya tentu saja demi mendapatkan profit yang optimal.
Bahkan yield curve ini juga dapat dijadikan bahan analisis untuk memprediksi profit investasi jangka panjang dan jangka pendek.

Sebagai salah satu bahan analisis dalam investasi, tentu saja perlu dipahami dengan baik seperti apa cara kerja yield curve.
Kurva ini dibuat dengan memetakan hubungan risiko dan waktu. Di sini akan digambarkan bahwa investor menuntut imbal hasil yang lebih banyak pada investasi jangka panjang dibanding jangka pendek.
Hal ini disebabkan oleh adanya risiko inflasi serta ketidakpastian ekonomi yang bisa terjadi di masa depan.
Kurva ini memiliki faktor pembentuk, yaitu harga pasar dari SBN atau Surat Berharga Negara yang ada di pasar sekunder. Jika harga obligasi turun, maka yield akan naik dan begitu juga sebaliknya.
Sebagai sebuah kurva yang menggambarkan situasi perekonomian di periode waktu tertentu, maka bentuk kurva ini sangat beragam.
Pertama ada jenis normal yield curve atau kurva normal. Ini adalah kurva saat obligasi jangka panjang lebih tinggi dibandingkan jangka pendek. Kurva jenis ini menunjukkan ekonomi yang sehat dan bertumbuh.
Lalu ada inverted yield curve atau kurva terbalik. Dalam kondisi ini imbal hasil obligasi jangka pendek lebih tinggi dari jangka panjang. Kondisi ini akan menjadi sinyal kuat akan terjadi resesi.
Kemudian ada yang namanya kurva datar atau flat yield curve. Pada kurva ini imbal hasil tenor jangka panjang maupun pendek hampir serupa. Ini menunjukkan adanya ketidakpastian pasar dan bisa merujuk pada potensi perlambatan.
Berikutnya ada steep yield curve atau kurva curam. Di sini selisih antara yield jangka pendek dan panjang sangat besar. Biasanya kurva ini terjadi saat ekonomi baru saja mengalami pemulihan.

Tentu saja yield curve ini memiliki kegunaan yang signifikan di pasar keuangan. Hal ini juga penting untuk dipahami investor agar bisa menggunakan data-data dari kurva dengan tepat.
Kegunaan yang pertama adalah untuk indikator kondisi ekonomi atau sentimen pasar. Bentuk kurva akan menunjukkan isyarat terhadap arah perekonomian seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Kemudian, kurva ini juga akan membantu menunjukkan perubahan suku bunga yang dapat dijadikan acuan. Bank sentral akan menggunakan acuan ini untuk menentukan suku bunga pinjaman.
Tentunya yield curve juga memiliki fungsi penting bagi investor. Kurva ini membantu investor dalam menentukan durasi investasi menurut ekspektasi besaran suku bunga.

Mempelajari dan memahami yield curve akan sangat membantu investor dalam menentukan strategi investasi mereka. Selain itu pastikan juga Anda memilih perbankan prioritas DBS Treasures sebagai mitra dalam melakukan investasi reksadana.
Perbankan prioritas DBS Treasures bisa memberikan banyak kemudahan dan keuntungan bagi Anda dalam menjalankan investasi. Dana investasi yang Anda miliki akan langsung dikelola oleh Manajer Investasi profesional agar imbal hasil optimal.
Tentunya, ada banyak kemudahan lain untuk Anda jika melakukan investasi reksadana bersama DBS Treasures. Pertama, ada fasilitas untuk mendapatkan wawasan agar bisa menjadi panduan strategi investasi. Kemudian diversifikasi jadi lebih mudah dilakukan demi memperkecil risiko dalam investasi.

Kemudian ada Aplikasi DBS digibank yang memiliki banyak fitur untuk mempermudah Anda dalam berinvestasi. Aplikasi ini bisa digunakan untuk melakukan registrasi SID (Single Investor Identification) dan menyelesaikan transaksi jual beli bahkan melakukan switching.
Anda juga akan didukung analisis pasar terkurasi dari tim ahli finansial yang mengomunikasikannya dan mendapatkan peluang terkini yang sudah disesuaikan dengan profil risiko dan kebutuhan portofolio Anda, dimotori Artificial Intelligence/Machine Learning (AI-ML). Insight tersebut dilengkapi solusi terkurasi terkait investasi (Grow) dan asuransi (Protect), sehingga Anda dapat cepat dan yakin berinvestasi melalui media sesuai preferensi.
Melalui investasi reksadana, Anda bisa mencapai tujuan finansial di waktu yang tepat. Jangan sampai ragu untuk menjadikan perbankan prioritas DBS Treasures sebagai mitra agar nantinya langkah investasi Anda jadi lebih mudah dan imbal hasil lebih optimal.