

DEMOCRAZY.ID – Ketegangan seputar penanganan hukum kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik yang menyeret mantan Menpora Roy Suryo dan Dokter Tifa kini semakin mendidih.
Dua narasi besar yang saling bertolak belakang mencuat ke permukaan, melibatkan klaim panas dari pihak Roy Suryo dan respons menohok dari lingkaran terdekat Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Di satu sisi, isu miring mengenai adanya aksi “gebrak meja” di Solo ditiupkan ke ruang publik.
Namun di sisi lain, organisasi advokat Peradi Bersatu justru membongkar fakta sebaliknya: Jokowi menyimpan kekecewaan mendalam karena proses hukum yang dinilai sangat sederhana ini justru berjalan lambat dan belum kunjung dinyatakan lengkap (P21) oleh kejaksaan.
Tensi kasus ini meroket setelah Roy Suryo melontarkan pernyataan kontroversial mengenai adanya “bocoran halus” terkait sebuah pertemuan darurat di salah satu hotel di Solo, Jawa Tengah.
Mantan pakar telematika itu mengklaim ada sosok kuat yang ia sebut sebagai “Raja Jawa Palsu” mengumpulkan tim kuasa hukumnya sembari meluapkan amarah karena penanganan kasus ijazah ini tak kunjung tuntas.
“Katanya kan dia (di Solo) lagi ngumpulin orang-orang, bocorannya, bocor alusnya, di Hotel Sunan dia ngumpulin kuasa-kuasa hukum kemudian gebrak meja,” klaim Roy Suryo saat berbicara dalam dialog Kompas Petang di Kompas TV.
Ketika didesak lebih jauh mengenai siapa sosok “Raja Jawa Palsu” yang ditudingnya melakukan aksi emosional tersebut, Roy enggan menyebut nama secara blak-blakan.
Namun, ia meyakinkan publik bahwa dirinya memegang bukti kuat. “Dia yang gebrak meja itu, sudah jelas yang raja jawa palsu itu, ada videonya itu,” cetusnya.
Menanggapi bola liar yang digulirkan Roy Suryo, Sekretaris Jenderal Peradi Bersatu, Ade Darmawan, langsung melayangkan bantahan keras sekaligus mengungkap kondisi psikologis Jokowi yang sebenarnya terkait kasus ini.
Bukannya mengamuk, Jokowi justru disebut heran dan kecewa dengan lambannya birokrasi penegakan hukum.
“Menurut Ade, seluruh unsur pidana, saksi, dan alat bukti dalam perkara ini sebenarnya sudah terpenuhi secara benderang di tangan penyidik Polda Metro Jaya.” — Ade Darmawan, Sekjen Peradi Bersatu
Ade menegaskan ketidakpahamannya mengapa pihak kejaksaan belum juga menetapkan status P21 terhadap berkas perkara tersebut, padahal konstruksi hukumnya dinilai sangat kasatmata.
Lebih lanjut, Peradi Bersatu menegaskan bahwa Jokowi sama sekali tidak gentar dan siap menghadapi Roy Suryo secara jantan di pengadilan.
Dalam pertemuan tatap muka terakhir, Jokowi menyatakan kesiapan penuh untuk hadir langsung sebagai saksi di hadapan majelis hakim guna mematahkan segala tudingan miring tentang latar belakang pendidikannya.
Tidak tanggung-tanggung, Jokowi disebut telah bersiap membawa dokumen-dokumen kelulusan otentik yang selama puluhan tahun ini ia simpan dengan rapi.
“Saya terakhir bertemu Bapak, Bapak menyampaikan bahwa ‘saya akan membawa ijazah SD, SMP yang masih di tangan dia ya’,” ungkap Ade membocorkan isi obrolan langsungnya dengan Jokowi.
Fakta mengejutkan lainnya juga terungkap bahwa dokumen kelulusan tingkat atas milik Jokowi saat ini sudah berada di bawah pengamanan kepolisian untuk keperluan pembuktian.
“Ijazah SMA dan S1 itu masih ada di Polda Metro. Jadi yang disita bukan hanya ijazah S1 loh, ijazah SMA Pak Jokowi juga dalam penyitaan Polda Metro Jaya,” jelas Ade.
Guna meredam spekulasi yang menggelinding liar, pihak kepolisian meminta semua pihak untuk bersabar dan mempercayakan prosesnya pada koridor hukum yang berlaku.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, memastikan bahwa tim penyidik terus bekerja secara profesional untuk merampungkan berkas perkara dugaan fitnah yang menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa tersebut.
Kombes Budi berjanji pihak kepolisian akan segera mengumumkan kepada publik begitu ada lampu hijau atau status P21 dari pihak kejaksaan.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat. Pasti kami akan menyampaikan. Untuk P21 tahap dua untuk Bapak Roy Suryo dan Ibu Tifa pasti akan kami sampaikan,” tegas Budi di Jakarta.
Kini, bola panas berada di tangan kejaksaan. Akankah perseteruan sengit yang diwarnai isu “gebrak meja” lawan “kekecewaan P21” ini segera bergulir ke meja hijau?
Jika ya, sidang pembuktian ijazah ini dipastikan akan menjadi salah satu magnet perhatian publik paling masif di tanah air.
Sumber: Akurat