SKANDAL Kuota Haji Rp1 T: Dito Beberkan Obrolan Makan Siang Jokowi dan Pangeran MBS!

DEMOCRAZY.ID – Babak baru dalam penyelidikan skandal dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama (Kemenag) menyeret perhatian publik ke sebuah pertemuan tingkat tinggi di Arab Saudi.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, membeberkan isi pembicaraan antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), usai menjalani pemeriksaan selama empat jam di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dito diperiksa sebagai saksi dalam kasus rasuah yang diduga merugikan negara lebih dari Rp1 triliun terkait penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024.

Fokus utama penyidik ternyata tertuju pada detail kunjungan kerja Dito saat mendampingi Presiden Jokowi ke Arab Saudi.

“Alhamdulillah tadi sudah selesai diperiksa. Secara garis besar, memang yang ditanyakan lebih detail saat kunjungan kerja ke Arab Saudi. Waktu itu saya mendampingi Bapak Presiden Jokowi dan tadi saya sudah menceritakan semuanya detail,” katanya usai pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Menurut Dito, pembahasan mengenai penyelenggaraan ibadah haji memang sempat mengemuka dalam pertemuan bilateral tersebut.

Momen krusial itu terjadi saat suasana santai dalam jamuan makan siang antara Presiden Jokowi dan Pangeran MBS.

“Seingat saya itu bagian dari pembicaraan waktu itu lagi makan siang Presiden Jokowi dengan MBS,” ujarnya.

Meski demikian, Dito menegaskan bahwa obrolan tersebut tidak menyentuh aspek teknis atau spesifik mengenai angka kuota haji yang akan diberikan oleh Kerajaan Arab Saudi kepada Indonesia.

Ia menggambarkan suasana pertemuan yang sangat positif berkat diplomasi yang dibangun oleh Jokowi.

“Saat pertemuan itu tidak ada pembahasan spesifik tentang kuota, tetapi memang pertemuan bilateral waktu itu, saya ingat sekali, dari Putra Mahkota Perdana Menteri Mohammed bin Salman itu sangat senang dengan pertemuannya Pak Jokowi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dito menjelaskan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan di berbagai sektor lain, tidak hanya terbatas pada urusan haji.

Suasana positif yang terbangun justru membuka pintu bagi kesepakatan investasi hingga dukungan untuk Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Tetapi itu secara garis besar raja yang mood-nya sedang baik dan happy atas diplomasi hebatnya Bapak Jokowi ya semuanya terlaksana dan itu tidak hanya terkait dengan haji. Ada investasi, ada juga IKN, jadi banyak,” tuturnya.

Dito juga menambahkan bahwa agenda pembahasan dalam kunjungan kenegaraan semacam itu umumnya ditentukan oleh pihak tuan rumah.

“Kalau kunjungan itu kan itu biasanya ditentukan oleh tuan rumah. Apa sektor-sektor yang rasanya akan dibahas. Kebetulan mungkin tidak ada keterkaitan dengan untuk pembahasan haji dan juga apa namanya Kementerian Agama ya. Menurut saya, saya tidak tahu,” ujar dia.

Dito Ungkap Alasan Gus Yaqut Tak Ikut Jokowi ke Arab Saudi Saat Bahas Kuota Haji

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, menjelaskan alasan Eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut tidak ikut lawatan Presiden ketujuh Joko Widodo ke Arab Saudi.

Hal itu dia sampaikan usai diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pada pembagian kuota dan penyelenggaraan haji di Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2023-2024.

Dito menjelaskan bahwa saat itu kunjungan pihak-pihak yang diundang untuk hadir ditentukan oleh tuan rumah, dalam hal ini Kerajaan Arab Saudi.

“Kebetulan mungkin tidak ada keterkaitan dengan untuk pembahasan haji dan juga apa namanya Kementerian Agama ya. Menurut saya, saya tidak tahu,” kata Dito di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026).

Pada pertemuan pada 2022 itu, Dito mengatakan ada pembahasan mengenai pelayanan jemaah haji.

Untuk itu, kerajaan Arab Saudi menindaklanjuti dengan memberikan kuota tambahan bagi jemaah haji Indonesia.

“Seingat saya itu bagian dari pembicaraan waktu itu lagi makan siang Presiden Jokowi dengan MBS. Itu sebenarnya tidak kuota spesifik tapi pelayanan haji. Karena kan haji kita butuh banyak kan,” ujar Dito.

Sumber: Suara

Artikel terkait lainnya