DEMOCRAZY.ID – Wacana mengenai kemungkinan percepatan dinamika politik sebelum Pemilu 2029 yang dilontarkan oleh Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, memicu reaksi keras dari PDI Perjuangan (PDIP).
Juru Bicara PDIP, Guntur Romli, menyoroti sikap diam Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat wacana sensitif tersebut digulirkan di hadapannya.
Menurut Guntur, sikap Jokowi yang membiarkan Budi Arie melontarkan wacana percepatan pemerintahan menimbulkan tanda tanya besar.
Ia curiga ada manuver politik terselubung untuk menaikkan posisi Gibran Rakabuming Raka lebih awal.
“Apa Jokowi tidak sabar mau menaikkan Gibran sebelum 2029?” ujar Guntur Romli memberikan tanggapannya.
Guntur menilai, diamnya Jokowi seakan memberikan sinyal persetujuan. Dalam pandangan politik PDIP, gaya komunikasi ini bukanlah hal baru.
Jokowi dinilai kerap menggunakan orang-orang terdekatnya, seperti loyalis Projo, untuk melemparkan wacana dan melakukan “cek ombak” ke publik.
“Jokowi dikenal terbiasa meminjam mulut orang lain untuk menyampaikan pesan ke publik. Jika responsnya positif ia bisa maju, kalau negatif ia tinggal berkelit. Memainkan peran pelontar bola itu bikin publik makin curiga,” papar Guntur.
Manuver ini sangat disayangkan oleh pihak PDIP, terlebih momen tersebut terjadi tak lama setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan khusus kepada Jokowi pada Upacara 17 Agustus.
“Prabowo baru saja memberikannya panggung kehormatan. Namun sebagai balasan, Jokowi malah duduk bersama Budi Arie yang wacananya jelas-jelas menohok legitimasi pemerintahan Prabowo sendiri,” kritik Guntur.
Menurutnya, jika hubungan mereka benar-benar harmonis, Jokowi seharusnya sigap meluruskan wacana yang menggoyang fondasi pemerintahan tersebut.
Lihat postingan ini di Instagram
Baca JugaSebuah kiriman dibagikan oleh Mohamad Guntur Romli (@gunromli)