Rekam Jejak 5 Eks Panglima TNI Yang Dikumpulkan Menhan Sjafrie, Ada Yang Pernah Dicopot Jokowi

DEMOCRAZY.ID – Sebanyak lima mantan Panglima TNI dipanggil Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026).

Sjafrie mengumpulkan lima eks Panglima TNI dan purnawirawan lainnya untuk memperkuat komunikasi dan pembaruan mengenai arah kebijakan pertahanan nasional, termasuk progres pembangunan kekuatan TNI di masa mendatang.

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi generasi militer untuk mendengarkan masukan konstruktif dari para senior yang telah berkontribusi besar bagi negara.

“Itu termasuk bagian yang dijelaskan oleh Bapak Menhan dan Bapak Panglima TNI tentang pembangunan kekuatan TNI ke depannya, dan rencana setiap tahun akan dibangun 150 Batalyon Teritorial Pembangunan,” kata Karo Humas Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

Kelima eks Panglima TNI yang dikumpulkan Sjafrie adalah Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa, Laksamana TNI (Purn) Agus Suhartono, dan Laksamana (Purn) Yudo Margono.

Salah satu dari lima eks Panglima TNI tersebut ada yang pernah jabatannya dicopot oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo, yakni Gatot Nurmantyo.

Lantas, seperti apakah sosok, profil, dan rekam jejak kelima eks Panglima TNI yang dikumpulkan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin ini? Berikut informasi lengkapnya.

Rekam jejak 5 eks Panglima TNI yang dikumpulkan Menhan Sjafrie

1. Jenderal TNI (Purn) Wiranto

Wiranto adalah Panglima ABRI periode 1997-1999.

Ia lahir di Yogyakarta pada 4 April 1947.

Wiranto merupakan anak keenam dari sembilan bersaudara.

Lahir dari orang tua yang berprofesi guru, Wiranto adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) 1968.

Wiranto memiliki istri bernama Rugaiya Usman, dan dikaruniai 3 orang anak.

Sebelum mendaftar Akmil, Wiranto telah menyelesaikan pendidikannya di SMA Negeri 4 Surakarta di tahun 1965.

Wiranto juga sempat menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) dan Ajudan Presiden ke-2 RI Soeharto pada 1989-1993.

Tak hanya di TNI, Wiranto juga berkiprah di dunia pemerintahan dan politik.

Ia pernah mengemban tugas menjadi Menteri Pertahanan Keamanan yang sekaligus merangkap sebagai Panglima TNI (1998-1999).

Kemudian, dalam kiprah politiknya ia sempat menjadi Ketua Umum Partai Hanura tahun 2006-2019.

Wiranto juga pernah dipercaya sebagai Wantimpres Jokowi.

Saat ini, Wiranto juga disibukkan dengan jabatannya sebagai Penasihat Khusus Presiden Prabowo Subianto dalam Bidang Politik dan Keamanan.

2. Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo

Gatot Nurmantyo adalah Panglima TNI periode 2015-2017.

Ia resmi diberhentikan secara hormat dari jabatannya sebagai Panglima TNI pada Jumat (8/12/2017).

Pemberhentian ini ditandai dengan dilantiknya Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI oleh Presiden Joko Widodo.

Gatot adalah lulusan Akmil 1982.

Ia memiliki karier cemerlang di dunia kemiliteran Indonesia.

Ia pernah menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat ke-30.

Pada 1983-1984, Gatot Nurmantyo pernah diutus dalam operasi Seroja di Timor Leste.

Gatot juga pernah menduduki berbagai jabatan selama bertugas di Papua.

Kemudian ia dipindahtugaskan ke Jakarta.

Ia sempat mengisi posisi sebagai Gubernur Akmil pada tahun 2010.

Tak butuh waktu lama, Gatot Nurmantyo lalu diangkat menjadi Pangdam Brawijaya menggantikan Mayor Jenderal TNI Suwarno.

Pada 2013, Gatot Nurmantyo naik jabat menjadi Pangkostrad menggantikan Letnan Jenderal TNI Muhammad Munir.

Tahun berikutnya, Gatot Nurmantyo kembali naik jabatan dan menjadi KSAD pada masa pemerintahan Presiden SBY.

Pada 2015, Jokowi memilih Gatot Nurmantyo sebagai calon tunggal panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Moeldoko.

Pada 8 Juli 2015, Jokowi melantik Gatot Nurmantyo menjadi Panglima TNI.

3. Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa

Andika Perkasa adalah Panglima TNI periode 2021-2022.

Ia merupakan jebolan Akmil 1987.

Andika Perkasa langsung bergabung dengan satuan Korps Baret Merah, Kopassus setelah lulus dari Akmil.

Ia mengawali kariernya di Grup 2/Para Komando Kopassus dan Satuan-81/Penanggulangan Teror (Gultor).

Pada 2001, Andika Perkasa ditugaskan di Departemen Pertahann dan pada 2002 Andika Perkasa diangkat menjadi Danyon 32 Grup 3/Sandha Kopassus.

Seiring berjalannya waktu, karier Andika Perkasa makin cemerlang.

Pada pertengahan 2012, Andika Perkasa diangkat menjadi Komandan Korem 023/kawal Samudera di Sibolga.

Belum genap setahun menjabat, ia langsung diangkat menjadi Kepala Dinas Penerangan TNI AD dan meraih pangkat brigadir jenderal (brigjen).

Pada Oktober 2014, Andika Perkasa diangkat menjadi menjadi Kadispenad, lalu diangkat menjadi Komandan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres).

Pada Mei 2016, Andika Perkasa dipromosikan menjadi Pangdam XII/Tanjungpura.

Pada awal 2018, ia diangkat menjadi Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Dandiklat) TNI AD.

Pada Juli 2018, Andika Perkasa diangkat menjadi Panglima Kostrad (Pangkostrad) menggantikan Letjen Agus Kriswanto.

Setelah itu ia diangkat menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal TNI Mulyono.

4. Laksamana TNI (Purn) Agus Suhartono

Laksamana TNI (Purn) Agus Suhartono adalah Panglima TNI periode 2010-2013.

Ia merupakan purnawirawan jenderal bintang empat di TNI Angkatan Laut (AL).

Pria kelahiran Blitar, 25 Agustus 1955, ini merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 1978.

Agus juga telah malang melintang berkarier di kemiliteran tanah air.

Ia pernah menjabat sebagai Dankodikal, Pangkoarmabar, Asops Kasal, dan Asrena Kasal.

Karier Agus makin moncer setelah ia ditunjuk sebagai Irjen Dephan pada 2009.

Pada tahun yang sama, Agus diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Laut.

Pada 2010, ia lalu dipercaya sebagai Panglima TNI.

5. Laksamana (Purn) Yudo Margono

Yudo Margono adalah Panglima TNI periode 2022-2023.

Ia merupakan lulusan AAL tahun 1988.

Yudo Margono menjadi Panglima TNI menggantikan Andika Perkasa.

Pria kelahiran Madiun ini memiliki istri yang berprofesi sebagai perwira polisi, yakni Veronica Yulis Prihayati.

Yudo tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Staf Koarmabar (2016—2017), Pangkolinlamil (2017—2018), dan Pangkoarmabar (2018).

Selain itu, ia juga sempat menduduki posisi jabatan sebagai Pangkoarmada I pada 2018 hingga 2019.

Karier Yudo Margono makin moncer setelah ia didapuk menjadi Pangkogabwilhan I pada 2019.

Pada 2020, ia diangkat menjadi Kasal.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya