Pernyataan MUI Diskakmat PDIP: Tak Ada Hadis Nabi Pakai Dana Baitul Mal Buat Kurban!

DEMOCRAZY.ID – Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli, memberi penjelasan soal kurban menggunakan Baitul Mal atau kas negara.

Respons yang diberikan Guntur Romli ini merupakan bentuk balasannya atas pernyataan Ketua MUI, K.H. M. Anwar Iskandar.

Lewat salah satu unggahan di akun Threads pribadinya, Guntur Romli memberikan penjelasan berdasarkan pengetahuannya.

Tegas, ia mengatakan sepengetahuannya tidak ada hadis riwayat Imam Bukhari yang membahas soal Nabi Muhammad SAW menggunakan Baitul Mal untuk berkurban.

“Buat Ketua MUI: Tidak ada hadis riwayat Imam Bukhari yang menyebut Nabi Muhammad SAW pakai Baitul Mal/kas negara untuk kurban,” tulisnya, dikutip Jumat (29/5/2026).

Lebih jauh, ia mengatakan hadis yang ada hanya menjelaskan soal pembagian hewan atau daging kurban kepada para sahabat.

Sementara untuk teks yang membahas Nabi Muhammad SAW menggunakan Baitul Mal atau kas negara, ia menegaskan tidak ada sama sekali.

“Ada hadis beliau membagi-bagikan hewan kurban untuk sahabatnya, tapi tidak ada teks eksplisit dari Baitul Mal,” jelasnya.

“‘Dari Baitul Mal’ itu pemahaman ahli fikih, bukan hadis, bukan riwayat Imam Bukhari,” sambungnya.

Guntur Romli lantas menyebut apa yang dikatakan Ketua MUI itu sebagai ironi untuk memberikan pembenaran.

Di mana, pada Lebaran Iduladha 2026 ini, anggaran negara atau APBN digunakan Presiden Prabowo Subianto untuk menyembelih hewan kurban.

“Ironisnya pendapat fikih buat pembenaran saja,” paparnya.

“Harusnya anggaran negara untuk rakyat miskin, bukan demi kepentingan pribadi pejabat,” terangnya.

‘1.098 Ekor Benar Disalurkan?’ Guntur Romli Desak Transparansi Sapi Kurban Prabowo

Juru Bicara PDI Perjuangan, Guntur Romli, menyoroti viralnya program penyaluran sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang menggunakan anggaran negara atau APBN.

Menurutnya, perhatian publik terhadap program tersebut justru membuka ruang pengawasan terhadap penggunaan uang negara.

Guntur menyebut ada “berkah” dari viralnya isu yang belakangan ramai disebut publik sebagai “sapi kurban APBN” Presiden Prabowo.

Ia menilai masyarakat kini memiliki hak untuk meminta transparansi atas program tersebut.

“Ada berkahnya juga ‘sapi kurban APBN’ Presiden Prabowo ini viral. Rakyat jadi tahu. Dan karena tahu, rakyat berhak menuntut. Transparansi,” kata Guntur Romli dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).

Ia mempertanyakan sejumlah aspek dalam pelaksanaan program penyaluran hewan kurban yang disebut mencapai 1.098 ekor sapi di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Guntur, publik berhak mengetahui apakah seluruh hewan kurban benar-benar telah disalurkan sesuai data yang diumumkan pemerintah, termasuk laporan pelaksanaan dan dokumentasinya.

“1.098 ekor apa benar disalurkan semuanya? Ada laporan dan dokumentasinya?” ujarnya.

Tak hanya itu, Guntur juga mempertanyakan mekanisme pengadaan hewan kurban yang dibiayai APBN, termasuk soal harga, proses pembelian, hingga pihak yang memenangkan pengadaan.

“Harga wajarkah? Itu lewat tender terbuka atau e-katalog? Siapa pemenang pengadaan dan siapa di belakangnya?” lanjutnya.

Lebih jauh, ia menyinggung kemungkinan adanya dimensi politik dalam program sosial tersebut.

Guntur meminta kejelasan apakah penyaluran sapi kurban murni program sosial pemerintah atau justru memiliki kepentingan politik tertentu.

“Ini program sosial atau mesin politik partai berkuasa?” tegasnya.

Selain mekanisme pengadaan, Guntur juga mempertanyakan pihak penerima manfaat dan dasar penentuan distribusi sapi kurban tersebut.

“Siapa penerima? Apa kriterianya? Apakah ada afiliasi politik dalam distribusinya?” imbuhnya.

Sumber: Fajar

Artikel terkait lainnya