DEMOCRAZY.ID – Tokoh senior politik nasional yang juga Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, kembali melontarkan pernyataan keras yang mengguncang panggung politik tanah air.
Tidak tanggung-tanggung, mantan Ketua MPR RI ini melabeli Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, sebagai sosok “pembohong” dan meramal bahwa “jualan” politik sang mantan presiden untuk memuluskan langkah putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, pada Pilpres 2029 akan menemui jalan buntu.
Dalam tayangan di kanal YouTube pribadinya yang diunggah pada Kamis (9/7/2026), Amien Rais menyoroti secara tajam terkait drama hukum yang menyeret nama Jokowi, khususnya mengenai polemik ijazah yang hingga kini belum juga menemui titik terang.
Amien Rais menyoroti komitmen kuasa hukum Jokowi, Firman Pangaribuan, yang pada 25 Juni 2026 lalu menjanjikan kehadiran kliennya dalam sidang terkait Dokter Tifa dan Roy Suryo.
Bagi Amien, janji tersebut hanyalah bualan belaka.
“Jokowi alias Mukidi, memang manusia pembohong,” seru Amien Rais dengan nada lugas.
Menurut Amien, nalarnya secara tegas menyimpulkan bahwa Jokowi tidak akan pernah bisa menunjukkan ijazah aslinya di hadapan publik.
Ia mengingatkan kembali memori kolektif publik saat massa Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) pada 16 April 2025 lalu mendesak transparansi ijazah sang mantan presiden.
Saat itu, Jokowi disebut berkelit dengan dalih hanya akan menunjukkannya jika diperintah oleh hakim.
Dalam serangannya, Amien Rais turut mengungkit kembali stigma “The King of Lip Service” yang pernah disematkan oleh BEM Universitas Indonesia kepada Jokowi.
Baginya, julukan tersebut masih sangat relevan dengan pola kepemimpinan dan gaya komunikasi Jokowi yang dianggap manipulatif.
Ia bahkan memberikan peringatan keras kepada Pengadilan Negeri Jakarta Timur agar tetap konsisten menggelar sidang ijazah tersebut secara terbuka, meskipun di luar sana beredar narasi bahwa “1.000 dukun pun tak akan mampu membantu” Jokowi keluar dari jeratan masalah ini.
Puncak dari retorika Amien Rais adalah prediksinya mengenai masa depan politik keluarga Jokowi di tahun 2029.
Ia meyakini bahwa era kekuasaan Jokowi akan berakhir—bahkan mungkin lebih cepat dari yang dibayangkan—dan segala upaya untuk melakukan “transmisi” kekuasaan kepada Gibran Rakabuming Raka dipastikan bakal gagal total.
“Jualan Jokowi untuk menjanjakan sulungnya, Gibran pada Pilpres 2029, tidak akan laku,” pungkas Amien Rais.
Pernyataan Amien Rais ini dipastikan akan kembali memanaskan suhu politik nasional, sekaligus menjadi sinyal bahwa oposisi terhadap sisa-sisa pengaruh Jokowi akan terus diperkuat hingga tahun 2029 mendatang.
Hingga berita ini dimuat, pihak terkait belum memberikan tanggapan atas kritik tajam yang dilontarkan oleh tokoh senior tersebut.