DEMOCRAZY.ID – Pejabat tinggi kepolisian Serbia, yakni Kepala Direktorat Kepolisian Kriminal, Marko Kricak ditangkap pada 1 November 2026.
Sosok yang dikenal sebagai salah satu orang kepercayaan Presiden Serbia Aleksandar Vucic itu diduga menyalahgunakan jabatan, memanipulasi bukti, hingga menekan saksi dalam kasus pembunuhan.
Penangkapan Kricak dilakukan atas perintah Kantor Kejaksaan Tinggi di Belgrade.
Ia diduga terlibat dalam upaya mengubah alat bukti serta memengaruhi keterangan saksi dan tersangka agar sesuai dengan konstruksi penyelidikan yang telah dibentuk.
Kasus tersebut berkaitan dengan pembunuhan Aleksandar Nesovic, yang dikenal dengan julukan Baja, di restoran 27, kawasan Senjak, Belgrade.
Saat itu, Kricak diketahui memimpin operasi kepolisian untuk menangani kasus pembunuhan tersebut.
Dikutip dari laporan vreme.com, Kricak dituduh kekerasan terhadap mahasiswa dalam demonstrasi pada 2025.
Salah satu tuduhan paling serius disampaikan oleh mahasiswi bernama Nikolina Sindelic.
Ia mengaku mengalami kekerasan fisik dan ancaman pemerkosaan ketika ditahan aparat kepolisian di sebuah garasi milik Pemerintah Serbia.
Nikolina mengatakan dirinya bersama sejumlah orang dicegat anggota Unit Perlindungan Objek dan Fasilitas atau JZO dan polisi di kawasan Jalan Kneza Milosa, Belgrade.
Mereka kemudian dibawa ke garasi pemerintah setelah aparat diduga melakukan pemukulan terhadap sejumlah demonstran.
Menurut kesaksiannya, para demonstran dipaksa berbaring dan barang-barang pribadi mereka digeledah.
Beberapa telepon genggam bahkan disebut dirusak oleh aparat.
Situasi semakin mencekam ketika Marko Kricak, yang saat itu menjabat sebagai komandan JZO, datang ke lokasi.
Nikolina mengaku Kricak melakukan kekerasan fisik terhadap dirinya, termasuk menampar dan membenturkan kepalanya ke dinding.
Tidak hanya itu, Kricak juga dituduh melontarkan ancaman seksual di hadapan orang-orang yang berada di lokasi.
“Ia mengatakan akan menelanjangi dan memperkosa saya di depan semua orang, sehingga semua orang bisa melihatnya,” demikian kesaksian Nikolina.
Presiden Serbia Aleksandar Vucic akhirnya angkat bicara mengenai penangkapan Marko Kricak, pejabat kepolisian yang dikenal dekat dengannya.
Vucic mengaku tidak senang dengan situasi yang dihadapi Kricak sekaligus mempertanyakan prosedur penangkapan yang disebut tidak diketahui jajaran tertinggi kepolisian.
Pernyataan tersebut disampaikan Vucic dalam program televisi Hit Tvit.
Ia menyoroti keputusan aparat yang melakukan penangkapan tanpa terlebih dahulu memberi tahu pimpinan tertinggi kepolisian Serbia.
“Saya sama sekali tidak senang dengan situasi yang dihadapi Marko Kricak,” kata Vucic.
Kritik paling tajam Vui diarahkan kepada cara aparat menangani penangkapan Kricak.
Menurutnya, tidak diberitahukannya pejabat tertinggi kepolisian mengenai operasi tersebut merupakan persoalan serius bagi institusi negara.
“Saya tidak yakin bijaksana jika pejabat tertinggi kepolisian bahkan tidak diberi tahu tentang penangkapan Marko Kricak,” ucapnya.
Vucic menilai situasi tersebut mencerminkan kondisi pemerintahan dan penegakan hukum Serbia saat ini.
Ia juga menyindir praktik penangkapan yang dilakukan pada malam hari.
Vucic mengaku menunggu apakah aparat kembali melakukan penangkapan terhadap seseorang dengan cara serupa.
“Saya menunggu untuk melihat apakah mereka akan kembali menangkap orang baru di bawah lindungan malam,” katanya.