MIRIS! SDN Wolomoni ‘Diratakan’ Demi Kopdes, Perlawanan Sengit Guru & Orang Tua Pecah di Lokasi

DEMOCRAZY.ID – Suasana tegang menyelimuti lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wolomoni di Desa Niawula, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sejumlah orang tua murid, para guru, hingga para siswa berkumpul untuk menyuarakan penolakan keras terhadap aksi penggusuran paksa fasilitas pendidikan mereka.

Aksi penolakan tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram feedmedsos.

Berdasarkan keterangan unggahan, ketegangan ini dipicu oleh rencana pembongkaran area sekolah demi memfasilitasi pembangunan Koperasi Desa (KOPDES) Merah Putih.

Warga dan pihak sekolah menyayangkan tindakan tersebut karena dinilai mengorbankan masa depan dan kenyamanan belajar mengajar anak-anak demi proyek bangunan lain.

Pihak-pihak terkait, termasuk oknum aparat, diduga ikut turun tangan dalam memuluskan proses eksekusi lahan tersebut, yang memicu gelombang protes lebih besar dari masyarakat setempat.

👇👇

Kopdes Korbankan Pendidikan?

Sebagai informasi penolakan terhadap aksi penggusuran paksa itu terjadi di lingkungan sekolah SDN Wolomoni di Desa Niawula, Kabupaten Ende, Sabtu (6/6/202).

Daerah yang digusur menurut rencana akan dibangun gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Menurut keterangan seorang warga Wolomoni, mengatakan saat ini para orang tua murid, para guru, tokoh adat (Mosalaki) sedang berada di lingkungan SDN Wolomoni untuk menghalau aksi penggusuran paksa.

“Saat ini mereka sudah lakukan pengrusakan sekolah, yang buat pengrusakan salah satunya anggota Babinsa,” terang warga setempat dalam sejumlah video yang beredar.

Dia menambahkan menurut keterangan kepala desa setempat aksi penggusuran itu atas perintah Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda.

“Tapi saat kami tanya surat ijin mereka tidak bisa jawab,” ujar warga tersebut.

Sumber: Fajar

Artikel terkait lainnya