DEMOCRAZY.ID – Konsultan konstruksi, Sarlos Filipus, menyebut proyek Sekolah Rakyat sebagai proyek yang jahat. Kesimpulan itu ia sampaikan setelah menonton podcast Pakar Hukum Tata Negara, Mahfud MD.
“Proyek Sekolah Rakyat itu jahat,” tulis Carlos, dikutip dari akun Threads pribadinya, Selasa (16/6/2026).
Carlos mengungkapkan dirinya merupakan salah satu konsultan perencana Sekolah Rakyat.
Menurutnya, pihak pemerintah saat itu meminta proses perencanaan dilakukan secara terburu-buru.
“Gue salah satu konsultan perencana yang diminta secara buru-buru mendesain SR dengan alasan komando langsung dari presiden saat meeting dengan Pak Mensos, KemenPU, dan PPK,” ujar Carlos.
Desain tersebut, kata dia, telah rampung sejak tahun lalu.
Para konsultan kemudian dijanjikan pembayaran pada tahun 2026.
“Output desain diminta sebelum 2025 berakhir dengan alasan dari PU pusat anggaran yang digunakan adalah tahun 2025 dan sudah dipastikan cair sebelum 2026, tapi sampai sekarang kami belum dibayar sepeser pun sesuai janji satker,” ucapnya.
Artinya, kata Carlos, pembayaran jasanya telah terlambat selama enam bulan.
Namun hingga kini belum ada kepastian pembayaran.
“Sudah terlambat 6 bulan dan belum ada tanda-tanda dibayar,” imbuhnya.
Dia mengaku telah mengikhlaskan apabila Sekolah Rakyat memang bermanfaat bagi anak-anak di berbagai daerah.
“Kalau memang bisa berguna untuk anak-anak di daerah di seluruh wilayah NKRI ini, mudah-mudahan karya saya dan teman-teman arsitek IAI berkah tanpa dibayar negara,” ujarnya.
Namun jika sebaliknya, bahkan jika pemerintah terbukti korup, dia berharap dijauhkan dari uang haram.
“Dan apabila pemerintah ini korup, jauhkan kami dari uang haram tersebut,” pungkasnya.
Sumber: Fajar