DEMOCRAZY.ID – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Kabinet Bayangan, Iman Zanatul Haeri menyoroti pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono.
Terkait guru yang diminta jadi pengawas terakhir keamanan MBG.
“Seabsurd ini tata kelola pemerintah kita,” kata Iman dikutip dari unggahanya di X, Selasa (11/8/2026).
Iman menilai, pada dasarnya tata kelola MBG-lah yang rusak.
Namun malah guru yang dipaksa mencicipi MBG agar mencegah keracunan massal.
“Rusaknya sistem dan tata kelola MBG, ditanggulangi dengan cara memaksa guru untuk mencicipi MBG pascakeracunan massal,” ujarnya.
Bagi Iman, hal tersebut sama saja menyeret pihak yang tak terlibat dalam program inkonstitusional untuk bertanggung jawab.
“Menyeret mereka yang tidak terlibat dalam program yang inkonstitusional ini untuk ikut bertanggung jawab,” ucapnya.
Lebih jauh, Iman menilai Sudaryono tak tahu malu.
“Pejabat BGN, menyatakan hal semacam ini tanpa rasa malu sedikitpun,” imbuhnya.
Sudaryono menyampaikan hal tersebut saat rapat koordinasi tata kelola dan penyelenggaraan MBG di sekolah secara daring, Sabtu (8/8/2026).
“Tujuannya tadi disampaikan oleh Pak Menteri (Dikdasmen) adalah untuk supaya sebagai ajang edukasi, menjadi tempat untuk mengedukasi siswa tadi. Selain itu juga di situ bapak, ibu guru sebagai perannya kami mohon sebagai organoleptik yang terakhir,” ucapnya.
Dia mengungkapkan, ada pihak yang akan menyantap MBG sebelum siswa.
Penanggungjawabnya yakni dari tenaga pendidikan, baik itu tenaga administrasi maupun tata usaha.
Dua orang penanggung jawab bakal menerima makanan dari SPPG. Lalu diperiksa sebelum dimakan siswa.
Pemeriksaan dimaksud, yakni secara organoleptik. Baik itu dengan melihat, mencium, dan mencicipi makanan.
“Manakala tidak memenuhi standar, maka tidak harus atau wajib hukumnya tidak diberikan kepada siswa,” ujar Sudaryono.
“Jadi PIC itu adalah layer terakhir kedua, yang memastikan bahwa menu makanan itu aman dan tidaknya,” sambungnya.