DEMOCRAZY.ID – Teror kebakaran misterius yang terjadi di rumah warga Padukuhan Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, Sleman, DIY, belum berakhir.
Meski tim Gegana telah melakukan penanganan dan memberikan rekomendasi kepada pemilik rumah, api masih beberapa kali muncul di sejumlah titik berbeda setelah pemeriksaan dilakukan.
Pemilik rumah, Mutfiana, mengatakan hingga Kamis (28/5/2026) pagi total kebakaran yang terjadi telah mencapai 39 kali di 34 titik berbeda.
Sejumlah barang yang terbakar didominasi benda berbahan kain dan material yang mudah terbakar seperti pakaian, handuk, tikar hingga furnitur.
Adapun peristiwa kebakaran itu pertama kali terjadi pada Sabtu (23/5/2026) malam.
“Total sudah 39 kali di 34 titik berbeda yang terbakar,” kata Mutfiana ditemui di rumahnya, Kamis pagi.
Lihat postingan ini di Instagram
Menurut dia, kebakaran terakhir terjadi pada Rabu (27/5/2026) malam sekitar pukul 22.55 WIB.
Saat itu, api muncul dan membakar sebuah handuk yang berada di kamar bagian belakang rumah lantai satu.
Beruntung api segera diketahui penghuni rumah yang masih berjaga. Sehingga tidak sempat merembet ke perabot lain di sekitarnya.
“Yang terakhir memang tadi malam, jam 22.55, aku ingetnya,” ujarnya.
Fia mengaku kebakaran masih terus terjadi setelah tim Gegana melakukan pemeriksaan di lokasi. Bahkan, dalam sehari api bisa muncul beberapa kali di titik yang berbeda-beda.
“Setelah Gegana itu (datang) sore ada, siang ada, malam ada, gitu. Masih ada, tapi dari Gegananya (bilang) mungkin karena ada sisa-sisa gas yang tersisa jadi masih ada seperti itu,” tuturnya.
Ia menjelaskan seluruh rekomendasi yang diberikan Gegana telah dilaksanakan. Termasuk mensterilkan area dan memindahkan sejumlah barang dari dalam rumah.
Meski demikian, kebakaran tetap terjadi tanpa didahului bau maupun tanda-tanda tertentu seperti yang sempat muncul sebelumnya.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh TribunJogja.com-Tribun Network (@tribunjogja)
“Udah apa yang diminta dari Gegana, maksudnya yang dianjurkan dari Gegana sudah kami lakukan. Terus baju-baju memang sudah diungsikan sebenarnya, tapi ya ada aja yang kebakaran gitu,” ungkapnya.
Pihaknya telah kembali melaporkan kejadian terbaru kepada Gegana.
Berdasarkan penjelasan yang diterimanya, api diduga masih dipicu sisa gas yang belum sepenuhnya hilang.
Namun hingga kini belum ada kepastian berapa lama proses tersebut akan berlangsung.
“Sudah ke Gegana. Terus Gegana bilang kalau misalnya, itu gas yang tersisa,” tuturnya.
Akibat hal ini, keluarga masih memilih mengungsi ke rumah yang berada tepat di samping lokasi.
Meski demikian, mereka tetap bergantian berjaga dan memeriksa rumah setiap beberapa menit untuk memastikan api tidak kembali muncul dan membesar tanpa diketahui.
Sumber: Suara