Lagi-Lagi Karpet Merah Buat Asing! Luke Thomas Mahony Resmi Jadi Bos PT DSI, Talenta Lokal Cuma Bisa Jadi Penonton?

DEMOCRAZY.ID – Terpilihnya Luke Thomas Mahony menambah daftar warga negara asing yang menjabat direksi di BUMN.

Sebelumnya, ada dua nama yang menjabat direksi di PT Garuda Indonesia (Persero/GIAA) Tbk, yakni Balagopal Kunduvara sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko serta Neil Raymond Mills selaku Direktur Transformasi.

Hari ini, Luke Thomas Mahony ditunjuk sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), BUMN baru yang bertugas sebagai eksportir tunggal komoditas sumber daya alam (SDA) unggulan Indonesia, yakni batu bara, minyak sawit atau crude palm oil (CPO), serta ferro alloy.

Tak main-main, CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P Roeslani, langsung mengumumkan penunjukan pria asal Negeri Kanguru tersebut. Tugas yang diemban pun tidak ringan.

“Penunjukan ini bagian dari penguatan tim,” kata Rosan di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Kehadiran Luke diharapkan mampu membangun sistem pengelolaan devisa serta pengawasan operasional di sektor SDA melalui pendekatan teknis dan manajerial berstandar global.

Di industri tambang alias ekstraktif, Luke bukan sosok asing.

Jam terbangnya lebih dari dua dekade di industri tambang dengan spesialisasi geomekanika, penambangan, dan strategi keuangan.

Sebelumnya, Luke sempat menduduki kursi pimpinan di sejumlah raksasa tambang dunia, termasuk BHP Billiton dan Vale.

Di PT Vale Indonesia Tbk, Luke sempat menjabat sebagai Direktur Independen serta Chief Strategy and Technical Officer setelah RUPST 2024.

Ia juga sempat tinggal di Sorowako dan terlibat dalam berbagai proyek strategis sektor tambang global sebelum mengundurkan diri pada September 2025.

Karier globalnya mencakup peran sebagai Global Head of Technology & Innovation di Vale Global Base Metals, Toronto, serta manajemen proyek tambang di Mozambik.

Selanjutnya, ia bergabung dengan Danantara Indonesia sebagai SEVP Business Performance & Optimization Danantara Indonesia per September 2025.

Penunjukan Luke dinilai sebagai langkah strategis pemerintah untuk menempatkan figur teknokratis dalam mengelola kekayaan alam.

Meskipun ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan eksisting, DSI di bawah kepemimpinan Luke akan berperan dalam sistem pelaporan terpadu kepada Danantara.

Hal ini bertujuan untuk memastikan transparansi dan optimalisasi nilai tambah dari komoditas yang keluar dari Indonesia menuju pasar internasional.

Sumber: Inilah

Artikel terkait lainnya