

Kasus suap perusahaan PT Blueray Cargo melibatkan suap sebesar Rp61,3 miliar dan fasilitas mewah yang diberikan kepada sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.
Tujuannya adalah untuk meloloskan barang impor ilegal atau palsu dan memanipulasi jalur pemeriksaan agar barang lebih cepat keluar dari kawasan kepabeanan.
Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada awal Februari 2026 di Jakarta dan Lampung.
KPK telah menetapkan sejumlah tersangka dari pihak swasta (pemberi suap) dan oknum pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (penerima suap).
Pihak Swasta (PT Blueray Cargo / Pemberi Suap):
Pihak Internal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Penerima Suap):
Nama Lain yang Terseret dalam Fakta Persidangan:
Selain para tersangka utama di atas, proses penyidikan dan persidangan memunculkan nama-nama penting lainnya:
Sejumlah nama pejabat di Direktorat Jenderal Bea Cukai kementerian Keuangan (Kemenkeu) disebut menerima sejumlah uang dengan pecahan dolar Singapura dari perusahaan Blueray.
Salah satunya, Direktur Jenderal Bea Cukai Djaka Budhi Utama disebut menerima uang Sin$213.600 atau sekitar Rp2,9 miliar.
Hal itu disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang pemeriksaan terdakwa Orlando Hamonangan Sianipar alias Ocoy (eks Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan Dirjen Bea dan Cukai) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budi Utama menerima total amplop diduga berisi uang sebanyak enam kali dari bos Blueray Cargo John Field
JPU KPK, M Takdir mengatakan salah satu amplop dengan kode ‘1’ yang diserahkan bos Blueray Cargo John Field berisi uang Sin$213.600.
Menurut Takdir, ada total ada enam kali penyerahan uang dari Agustus 2025 hingga Januari 2026.
SELENGKAPNYA BACA:
Kemarin Presiden pidato di DPR:
“Kalau pimpinan bea cukai tidak mampu, segera diganti”Eh hari ini diberitakan nerima suap😬
berani ga mecat temen sesama ex-tim mawar?
lagian udah dibilang dari awal, ngapain milter masuk ke jabatan sipil🧐 https://t.co/bGCytvohof pic.twitter.com/hNU7RCyCv8
Baca Juga— txtdaritaxpayer (@txtdaritaxpayer) May 21, 2026