

DEMOCRAZY.ID – Ahmad Khozinudin mengungkapkan kejengkelannya kepada Refly Harun karena telah menyebutnya dengan nama panggilan “si Udin”.
Hubungan kedua kuasa hukum Roy Suryo dalam kasus tudingan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu memang sedang memanas.
Saat ini Khozinudin tergabung dalam Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi & Aktivis, sedangkan Refly tergabung dalam Tim TalkHAM.
Beberapa waktu lalu, Khozinudin mengeluarkan Abdul Gafur Sangadji dari Tim Advokasi karena menganggapnya telah menyeberang ke kubu Refly.
Di samping itu, Khozinudin tidak suka dengan Refly yang mengajukan praperadilan untuk menguji keabsahan penangkapan Roy Suryo.
Dalam siniar Madilog yang tayang di kanal YouTube Forum Keadilan, Senin (6/7/2026), Refly beberapa kali menyebut Khozinudin dengan panggilan “si Udin”.
“Nah, itu si Udin enggak tabayun dan sama sekali mengungkapkan sesuatu yang tidak faktual,” demikian salah satu pernyataan Refly dalam siniar itu.
Khozinudin pun kesal karena merasa dipanggil tidak sesuai dengan namanya. Dia merasa panggilan “si Udin” adalah panggilan yang merendahkan.
“Dalam pengantar podcast ada kutipan seorang tokoh sekelas RH menyematkan panggilan peyoratif kepada penulis dengan sebutan ‘Si Udin’. Sesuatu, yang makin meneguhkan kesimpulan penulis bahwa RH mungkin saja ahli hukum tata negara, namun sikapnya yang merendahkan penulis dapat disimpulkan bahwa RH tak punya etika dan tata krama,” kata Khozinudin di akun media sosialnya, Senin.
Dia berkata nama Ahmad Khozinudin yang diberikan oleh orang tuanya mengandung doa agar dia bisa menjadi sosok yang memahami agama dan mendapat rahmat dari Allah Swt. Namun, nama itu justru diubah ole Refly.
“Lalu, dengan entengnya (meski dengan nada rendah dan kalimat datar), RH mengubah nama penulis dengan sebutan ‘si Udin’. Mungkin, penulis disetarakan dengan hewan seperti si kancil yang suka mencuri timun. Atau, si pengemis, si penjahat, si pengamen, atau sebutan lain yang lazim digunakan untuk merendahkan,”
Padahal, menurut Khozinudin, semarah-marahnya dia kepada Rafly, dia tetap memanggil Refly sesuai dengan namanya, yakni Refly Harun.
Khozinudin menyampaikan keluhan atas perilaku Refly ini bukan hanya sikap pribadinya, tetapi juga sikap seluruh advokat dalam Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi & Aktivis.
Isu keretakan antara Khozinudin dan Refly bermula ketika Khozinudin melontarkan kritik terbuka yang menuding Refly sengaja mendorong upaya mediasi dengan pihak Jokowi.
Menurut Ahmad Khozinudin, Refly telah beberapa kali mencoba membuka ruang perdamaian dan mengajak sejumlah tokoh seperti Roy Suryo, dokter Tifa, dan Rismon Sianipar untuk menemui Jimly Asshiddiqie.
Pertemuan itu sendiri terjadi saat Jimly tengah menjabat sebagai Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Khozinudin menegaskan, dirinya sejak awal sama sekali tidak menyetujui langkah mediasi tersebut.
Ia berargumen, apabila tim hukum meyakini dugaan ijazah palsu itu benar, maka penyelesaiannya harus dituntaskan secara murni melalui jalur hukum di pengadilan, bukan melalui negosiasi atau perdamaian politik.
Khozinudin juga menyayangkan pertemuan itu yang disebutnya dilakukan sepihak tanpa adanya persetujuan atau koordinasi dengan seluruh anggota tim hukum yang ada.
Selain mempertemukan dengan Jimly Asshiddiqie, Khozinudin juga mengungkap Refly pernah mencoba memfasilitasi komunikasi dengan Jokowi melalui sosok Faizal Assegaf, meskipun upaya tersebut pada akhirnya tidak membuahkan hasil.
Khozinudin turut mengkritik etika profesi Refly dalam pembentukan tim hukum baru untuk Roy Suryo, Rismon, dan dokter Tifa, karena dianggap melompati koordinasi dan dibentuk tanpa komunikasi dengan tim hukum sebelumnya.
Di sisi lain, Refly menyarankan hozinudin mengundurkan diri dari tim penasihat hukum Roy Suryo dan Tifa.
Refly Harun menyebut Ahmad Khozinudin justru menyerang strategi yang ia susun selama ini.
“Sekali lagi ya tuduhan Udin (Ahmad Khozinudin) itu adalah mencampuri rumah tangga orang lain. Ngapain strategi kita dia serang?” kata Refly Harun, dikutip dari tayangan di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Selasa (7/7/2026).
Refly menjelaskan strategi yang selama ini ditempuhnya merupakan hasil pembahasan bersama dan telah memperoleh persetujuan langsung dari Roy Suryo dan dokter Tifa sebagai pemberi kuasa.
“Strategi kita itu adalah strategi yang kita diskusikan dan disetujui oleh Mas Roy dan dokter Tifa,” ujarnya.
“Ketika misalnya kita melayangkan surat ke Komnas HAM, kita beraudiensi dengan Kejaksaan Agung, kita melayangkan surat ke DPR, kita menjalankan praperadilan, itu semua hal yang disetujui oleh Mas Roy dan dokter Tifa sebagai prinsipal. Lalu kenapa kok diserang?” katanya.
Sumber: Tribun