Kena Mental? Nama Asisten Raffi Ahmad Mendadak Hilang di Website Krakatau Posco

DEMOCRAZY.ID – Gelombang sorotan publik terhadap penunjukan Mufli Budi Ananda sebagai Komisaris di PT Krakatau Posco kian hari kian tajam.

Belakangan, isu tersebut bergulir menjadi bola liar di media sosial setelah warganet menemukan kejanggalan baru.

Daftar jajaran Dewan Komisaris pada laman resmi perusahaan baja raksasa patungan Indonesia-Korea Selatan tersebut diduga mendadak dihapus dan tidak lagi dapat diakses oleh publik.

Dugaan langkah “bersih-bersih” data struktural ini mencuat sesaat setelah latar belakang karier dan riwayat pendidikan Mufli—yang dikenal luas sebagai asisten pribadi selebritas sekaligus Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad—dikuliti habis-habisan oleh netizen.

Dugaan hilangnya informasi krusial itu pertama kali diungkap oleh pengguna akun X @waskitaadijarto.

Akun tersebut membagikan bukti tangkapan layar yang menunjukkan adanya perubahan signifikan pada menu navigasi situs web korporasi.

“Daftar Komisaris Krakatau Posco dihapus dari situs web resminya. ok ada yang gerah begini ya,” tulis akun tersebut menyindir situasi yang tengah memanas, dikutip Selasa (30/6/2026).

Berdasarkan hasil penelusuran lebih lanjut, menu tata kelola atau struktur manajemen yang biasanya memuat foto dan profil petinggi perusahaan kini tidak lagi terlihat.

Laman resmi Krakatau Posco terpantau hanya menyisakan beberapa pilihan menu umum standar, seperti Tentang Kami, Produk, Berita, Sustainability (Keberlanjutan), Karier, dan Kontak.

Netizen Kuliti Riwayat Pendidikan yang Hanya Lulusan D3

Lenyapnya data manajemen tersebut langsung memicu spekulasi liar di kalangan pengguna media sosial.

Banyak warganet yang berasumsi bahwa pihak internal perusahaan sedang berada dalam tekanan besar dan “panik” menghadapi sentimen negatif publik.

Kritik yang dilayangkan netizen umumnya mempertanyakan asas profesionalisme dan kompetensi, mengingat PT Krakatau Posco merupakan perusahaan Joint Venture (JV) berskala masif antara BUMN PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dengan raksasa baja asal Korea Selatan, POSCO.

Berdasarkan penelusuran netizen dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), Mufli Budi Ananda diketahui merupakan lulusan Diploma III (D3) Teknik Listrik dari Politeknik Bunda Kandung.

Ia memang sempat melanjutkan studi S1 jurusan Teknik Industri di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) pada tahun 2012 dan 2018, namun status akademiknya tercatat mengundurkan diri.

Dengan kata lain, ia belum mengantongi gelar Sarjana (S1).

Kondisi inilah yang memicu perdebatan mengenai fenomena “privilege lingkaran dalam” di mana kedekatan dengan figur penguasa atau figur besar dianggap lebih menentukan ketimbang kualifikasi akademis yang tinggi.

“Kok daftar komisarisnya langsung dihapus sih? Gerah banget keliatannya. Ini perusahaan JV sama POSCO lho, bukan mainan pribadi. Tiba-tiba asisten Raffi jadi komisaris, terus data diilangin pas viral. Kalau emang nggak ada masalah, ngapain disembunyiin?” tulis salah satu netizen di kolom komentar.

Di Tengah Isu Tata Kelola, Perusahaan Hadapi Tekanan Keuangan

Sorotan tajam terhadap kredibilitas pengangkatan komisaris baru ini terasa kian kontras jika disandingkan dengan kondisi finansial korporasi saat ini.

Berdasarkan laporan kinerja keuangan kuartal I-2026 yang dirilis resmi, PT Krakatau Posco sebenarnya tengah menghadapi tantangan bisnis yang cukup berat di awal tahun.

Beberapa indikator keuangan perusahaan menunjukkan adanya tekanan yang signifikan pada pos arus kas:

  • Rugi Periode Berjalan: Krakatau Posco membukukan kerugian bersih mencapai US$ 17,39 juta (atau setara lebih dari Rp280 miliar) hanya dalam tiga bulan pertama tahun 2026.
  • Defisit Arus Kas Operasional: Arus kas bersih dari aktivitas operasional korporasi tercatat minus sebesar US$ 153,35 juta per 31 Maret 2026, berbanding terbalik dari posisi akhir tahun 2025 yang sempat positif US$ 45,84 juta.
  • Penyusutan Saldo Kas: Tekanan operasional tersebut membuat saldo kas akhir perusahaan menyusut tajam dari US$ 20,57 juta di akhir 2025 menjadi tersisa US$ 2,13 juta pada akhir Maret 2026.

Hingga berita ini diturunkan, baik pihak manajemen PT Krakatau Posco maupun Mufli Budi Ananda belum memberikan pernyataan atau klarifikasi resmi mengenai polemik penunjukan jabatan maupun hilangnya daftar komisaris dari situs web perusahaan.

Publik pun masih berspekulasi apakah hilangnya menu tersebut muturni karena proses pemeliharaan teknis (maintenance) sistem atau sebagai bentuk respons defensif korporasi atas badai kritik warganet.

Artikel terkait lainnya