Ketahuan Main HP Saat Rapat Lalu Viral, Nazlatan Kasuba Balik Serang: Curigai Sherly Tjoanda

DEMOCRAZY.ID – Beredarnya video yang memperlihatkan seorang anggota DPRD Provinsi Maluku Utara bermain telepon genggam saat rapat paripurna memicu polemik baru di daerah tersebut.

Sosok dalam video itu adalah Ketua Komisi I DPRD Maluku Utara dari Fraksi Gerindra, Nazlatan Ukhra Kasuba atau yang akrab disapa Nazla Kasuba.

Video yang viral di media sosial itu direkam saat Rapat Paripurna DPRD Maluku Utara yang berlangsung pada Jumat (12/6/2026).

Dalam agenda tersebut, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyampaikan laporan capaian kinerja pemerintah provinsi selama delapan bulan masa kepemimpinannya.

Dalam rekaman yang beredar luas, Nazla terlihat beberapa kali menundukkan kepala sambil memegang telepon genggam.

Ia tampak fokus menatap layar ponselnya dan sesekali tersenyum, sementara di latar belakang terdengar suara gubernur yang sedang memaparkan program serta capaian pemerintahan.

Video tersebut kemudian menjadi perbincangan publik dan menuai beragam tanggapan dari masyarakat.

Sebagian menilai tindakan tersebut kurang mencerminkan keseriusan dalam mengikuti rapat resmi lembaga legislatif, sementara pihak lain menilai potongan video tersebut belum tentu menggambarkan keseluruhan situasi yang terjadi saat rapat berlangsung.

👇👇

Merespons viralnya video itu, Nazla Kasuba mengaku keberatan dan mempertanyakan pihak yang menyebarluaskan rekaman tersebut.

Putri kedua mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba, itu bahkan mengaku telah mengambil langkah dengan melaporkan persoalan tersebut ke bidang siber.

“Saya sudah melaporkan ke bidang cyber dan berharap masalah ini ditindaklanjuti,” ujar Nazla dalam keterangannya.

Tak hanya mempersoalkan penyebaran video tersebut, Nazla juga menyoroti kemunculan logo yang menurutnya identik dengan Gubernur Sherly Tjoanda pada bagian akhir video yang beredar.

Ia mengaku khawatir keberadaan logo tersebut dapat memunculkan persepsi tertentu di tengah masyarakat.

Menurut Nazla, persoalan ini tidak semata menyangkut dirinya secara pribadi, tetapi juga berpotensi memengaruhi hubungan antara lembaga legislatif dan eksekutif di Maluku Utara.

Karena itu, ia berharap permasalahan tersebut dapat ditelusuri secara objektif agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang lebih luas.

Ia menilai penting untuk menjaga hubungan kerja yang harmonis antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, terutama dalam menjalankan fungsi pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Hingga kini belum ada keterangan resmi terkait pihak yang pertama kali merekam maupun menyebarluaskan video tersebut.

Demikian pula belum terdapat pernyataan resmi dari pihak Gubernur Sherly Tjoanda mengenai dugaan keterkaitan logo yang dipersoalkan Nazla dalam video viral tersebut.

Polemik ini menambah daftar perdebatan publik terkait etika penggunaan telepon genggam oleh pejabat publik saat menghadiri forum resmi.

Di sisi lain, kasus tersebut juga membuka diskusi mengenai penyebaran konten digital dan batas-batas privasi dalam ruang publik yang melibatkan pejabat negara saat menjalankan tugas kedinasan.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya