Iran Tiba-Tiba Tawarkan Akhiri Perang, AS Diberi Syarat Ini!

DEMOCRAZY.ID – Iran mengajukan proposal baru untuk menghentikan konflik di kawasan, termasuk menghentikan serangannya di Selat Hormuz.

Tawaran ini disampaikan kepada para mediator regional sebagai upaya memecah kebuntuan negosiasi dengan Amerika Serikat.

Dalam proposal tersebut, Iran mensyaratkan diakhirinya perang secara penuh serta pencabutan blokade AS terhadap pelabuhannya.

Proposal tiga tahap dari Iran

Menurut pejabat yang mengetahui pembahasan ini, sebagaimana dilaporkan The Wall Street Journal, Selasa (27/4/2026), proposal yang disampaikan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dirancang untuk menghidupkan kembali pembicaraan yang sempat mandek. Rencana tersebut mencakup tiga tahap utama.

Tahap pertama mensyaratkan Amerika Serikat dan Israel untuk mengakhiri perang serta memberikan jaminan tidak akan memulainya kembali.

Pada tahap berikutnya, mediator akan membantu menyelesaikan persoalan penutupan Selat Hormuz sekaligus mendorong kesepakatan terkait pengelolaan jalur perairan tersebut.

Setelah itu, Iran menyatakan bersedia memulai negosiasi terkait program nuklirnya serta isu lain, termasuk pendanaan terhadap kelompok proksi di kawasan.

AS dan Rusia bereaksi

Presiden Donald Trump dilaporkan telah membahas proposal tersebut bersama tim keamanan nasionalnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan, ia percaya Iran serius ingin mencapai kesepakatan dengan Washington, namun menegaskan bahwa AS tidak akan membiarkan Teheran menguasai Selat Hormuz.

Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin menyambut baik langkah Iran saat bertemu Araghchi.

Ia memuji ketahanan Iran di tengah kampanye militer AS dan Israel, serta menyatakan Moskow siap membantu penyelesaian konflik.

Keraguan atas efektivitas proposal

Sejumlah pihak meragukan efektivitas rencana tersebut, terutama karena isu nuklir justru ditunda ke tahap akhir.

Direktur program Iran di Institute for National Security Studies Israel, Raz Zimmt, menilai pendekatan ini tidak akan menghasilkan penghentian jangka panjang terhadap program nuklir Iran.

“Jelas bagi semua bahwa apa pun yang tidak diselesaikan pada akhir perang sangat kecil kemungkinannya akan diselesaikan setelahnya,” ujarnya dalam sebuah unggahan di X.

Mediator regional sendiri disebut mendorong agar Teheran dan Washington melanjutkan negosiasi secara tidak langsung hingga kedua pihak cukup dekat untuk mencapai kesepahaman.

Sumber: Kompas

Artikel terkait lainnya