

DEMOCRAZY.ID – Kerusuhan terjadi di penjara Sri Lanka dan menewaskan sedikitnya 19 orang, termasuk empat penjaga.
Lebih dari 100 orang lainnya terluka dalam kerusuhan penjara terburuk di negeri itu dalam lebih dari lima tahun.
Polisi mengatakan bahwa para korban luka dilarikan ke rumah sakit Negombo, di utara ibu kota Sri Lanka, Kolombo, setelah bentrokan pada Minggu (5/7) malam antara para narapidana dari dua geng narkoba.
Dilansir kantor berita AFP, Senin (6/7/2026), Direktur rumah sakit Pushpa Gamlath mengatakan 19 jenazah dibawa ke fasilitas kesehatan milik negara, dan lebih dari 100 narapidana dan penjaga yang terluka juga dirawat.
“Ada beberapa korban dengan luka tembak,” kata Gamlath kepada AFP melalui telepon.
Bentrokan dimulai pada Minggu malam di penjara Negombo, yang menampung hampir 10.000 narapidana, kata para pejabat.
Pasukan komando polisi telah dipanggil, tetapi tidak dikerahkan ke dalam penjara.
Kerumunan besar kerabat para narapidana berkumpul di luar penjara pada hari Senin (6/7).
Warga setempat mengatakan mereka mendengar suara tembakan, sementara pihak berwenang mengerahkan drone untuk memantau situasi.
“Empat penjaga tewas ketika mereka mencoba membubarkan kerusuhan,” kata seorang pejabat polisi.
“Situasi menjadi di luar kendali pagi ini,” imbuhnya.
Sebelumnya pada Desember 2020, kerusuhan di penjara lainnya di Sri Lanka menewaskan 11 narapidana dan melukai 117 orang selama puncak pandemi Covid-19.
Insiden itu menyebabkan pemerintah membebaskan ratusan narapidana dari sejumlah penjara yang penuh sesak.
Sumber: Detik