Detik-Detik Mencekam, Massa Beri Ultimatum 10 Menit: Gubernur Aceh Keluar atau Kantor Kami Dobrak!

DEMOCRAZY.ID – Massa aksi yang menggelar demonstrasi di Kantor Gubernur Aceh memberikan ultimatum selama 10 menit kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), untuk menemui mereka.

Jika ultimatum tersebut tidak dipenuhi, massa mengancam akan mendobrak kantor gubernur.

Ultimatum itu disampaikan salah seorang orator di hadapan puluhan peserta aksi.

“Kita ultimatum, kalau sepuluh menit lagi Mualem tidak datang, kita dobrak kawan-kawan. Sepakat kawan-kawan” seru orator yang langsung disambut teriakan setuju dari massa.

Menurutnya, massa tidak hanya ingin menyampaikan tuntutan, tetapi juga memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan mendapat tindak lanjut yang konkret dari pemerintah.

“Kami ingin memastikan bahwa apa yang kami sampaikan hari ini akan ditindaklanjuti. Harus ada titik temu dan kami akan memastikan seluruh tuntutan ini benar-benar terlaksana,” ujarnya.

Ia juga menyoroti besarnya anggaran yang telah digelontorkan pemerintah untuk penanganan banjir besar di Aceh yang terjadi tujuh bulan lalu.

Namun massa menilai hingga saat ini anggaran besar tersebut belum memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat, khususnya korban bencana.

“Cukup banyak dana yang sudah digelontorkan. Tapi persoalannya, dana itu belum bisa dimanfaatkan sebagaimana kebutuhan masyarakat di lokasi bencana. Harus ada tindak lanjut yang konkret,” katanya.

Pantauan AJNN di lokasi, situasi sempat memanas saat aparat kepolisian berupaya memadamkan api dari ban bekas yang dibakar massa di pelataran Kantor Gubernur Aceh.

Namun, ketegangan berhasil diredam sehingga massa kembali melanjutkan aksi dengan menyampaikan orasi secara bergantian.

Dalam orasinya, massa mendesak Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), segera menemui peserta aksi.

Mereka bahkan memberikan ultimatum selama 10 menit kepada gubernur untuk keluar dan berdialog.

“Kita ultimatum, kalau sepuluh menit lagi Mualem tidak datang, kita dobrak kawan-kawan. Sepakat kawan-kawan?” seru salah seorang orator yang disambut teriakan setuju dari massa.

Tak lama setelah ultimatum disampaikan, ketegangan kembali terjadi ketika massa dan aparat kepolisian terlibat aksi saling dorong di depan gerbang Kantor Gubernur Aceh.

Dalam insiden tersebut, demonstran juga mengangkat kartu merah ke arah aparat sebagai simbol protes.

Di tengah situasi yang memanas, sekitar pukul 17.39 WIB, kendaraan taktis personel Brimob tiba di kantor gubernur untuk memperkuat pengamanan.

Kedatangan pasukan tersebut langsung disambut sorakan dan teriakan dari massa aksi yang tetap bertahan di depan gerbang Kantor Gubernur Aceh.

Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di halaman Kantor Gubernur Aceh sembari menunggu Gubernur Aceh menemui mereka untuk berdialog.

Sumber: AJNN

Artikel terkait lainnya