HEBOH! Buntut Dokumen Kunker Menteri PU Ajak Anak-Istri ke New York Bocor, Sejumlah Pegawai Senior Kena Mutasi

DEMOCRAZY.ID – Sejumlah pegawai senior di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dikabarkan kena mutasi buntut kebocoran dokumen perjalanan dinas Menteri PU, Dody Hanggodo ke New York, Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Mutasi tersebut disebut terjadi tidak lama setelah surat perjalanan dinas yang memuat nama istri dan anak sang menteri ramai beredar luas di media sosial.

Informasi mengenai perpindahan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) itu ramai dibagikan oleh berbagai akun Threads, salah satunya @novamr****ofiar.

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa pegawai yang bertugas di Biro Perencanaan Anggaran dan Kerja Sama Luar Negeri serta Biro Humas menjadi pihak yang paling terdampak.

👇👇

 

Lihat di Threads

 

Dimutasi ke Berbagai Daerah

Berdasarkan informasi yang beredar, beberapa pegawai senior tersebut menerima keputusan mutasi ke sejumlah wilayah di luar Pulau Jawa.

Nama-nama yang disebut antara lain Tegar Rizkiadi yang dipindahkan ke Maluku Utara serta Fransiska Dini ke Papua Barat.

Selain itu, Indri Damayanti dikabarkan dimutasi ke Nusa Tenggara Timur, Lisniari Munthe ke Maluku, Wibisono Sularso ke Kalimantan Utara, Daswandi Indra ke Papua Barat, dan Andika Jaya Arsyadin ke Surabaya.

Tak hanya berpindah tempat tugas, beberapa pegawai yang telah menduduki jabatan eselon III juga disebut mengalami status non-job.

Informasi tersebut hingga kini ramai menjadi pembahasan di media sosial.

Pegawai yang Dimutasi Berpengalaman

Kebijakan mutasi tersebut memunculkan beragam reaksi dari masyarakat. Banyak warganet mempertanyakan alasan pemindahan para pegawai yang selama ini dikenal memiliki pengalaman panjang di bidangnya.

Tegar Rizkiadi, misalnya, diketahui menjabat sebagai Head of International Cooperation Administration Team dengan masa pengabdian sekitar 15 tahun.

Sementara itu, Indri Damayanti telah mengemban tugas sebagai Associate of Government PR Officer selama kurang lebih 15 tahun.

Nama lain yang ikut menjadi sorotan adalah Listya Adi A. yang bertugas sebagai Public Relations Officer dengan pengalaman hampir 17 tahun, serta Indra Daswandi yang dikenal sebagai Expert Public Relations and Social Media Strategist dan telah mengabdi sekitar 11 tahun.

Banyak pihak menilai para pegawai tersebut merupakan sumber daya manusia yang berpengalaman sehingga kabar mutasi mereka memicu perhatian luas.

Sorotan Tajam Publik Istri dan Anak Menteri PU 'Nebeng' Kunker ke New York Tepat Saat Final Piala Dunia

Sumber Kebocoran Dokumen Masih Ditelusuri

Di tengah ramainya pemberitaan, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PU, Apri Artoto menegaskan bahwa kementerian masih melakukan penelusuran terkait sumber kebocoran surat perjalanan dinas yang beredar di ruang publik.

“Surat semacam itu sejatinya tidak seharusnya dikonsumsi publik,” tegas Apri.

Ia menjelaskan bahwa proses investigasi masih berlangsung untuk memastikan apakah dokumen tersebut bocor dari lingkungan internal kementerian atau berasal dari pihak luar.

Menurut Apri, jika nantinya ditemukan bukti bahwa kebocoran berasal dari internal, kementerian akan membentuk tim khusus untuk menangani persoalan tersebut sekaligus menentukan bentuk sanksi disiplin yang akan diberikan kepada pihak yang bertanggung jawab.

“Itu memang sebenarnya surat dinas yang tak seharusnya untuk konsumsi publik,” kata dia.

Surat Perjalanan Dinas Jadi Awal Polemik

Dokumen yang menjadi sorotan publik diketahui merupakan Lampiran I Surat Sekretaris Jenderal Kementerian PU bernomor HL04/T/Sj/2026/81 tertanggal 29 Juni 2026.

Surat tersebut berkaitan dengan agenda perjalanan dinas Menteri PU, Dody Hanggodo untuk menghadiri forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bertajuk High-Level Meeting on the Midterm Review of the New Urban Agenda yang dijadwalkan berlangsung di New York, Amerika Serikat, pada 13 hingga 19 Juli 2026.

Perhatian publik muncul setelah dokumen itu mencantumkan nama Irma Hermawati, istri Menteri PU, serta putrinya, Aurellia Tsabitha, sebagai bagian dari rombongan perjalanan.

Keberadaan kedua nama tersebut memicu perdebatan di media sosial.

Warganet menyoroti informasi mengenai penggunaan paspor diplomatik oleh Irma Hermawati, sedangkan Aurellia Tsabitha tercatat menggunakan paspor biasa.

Pihak internal Kementerian PU pun berupaya mengidentifikasi pihak yang pertama kali menyebarluaskan dokumen tersebut.
Namun, upaya tersebut dikabarkan belum menemui titik terang.

Alhasil, para pegawai yang selama ini menangani proses administrasi surat-menyurat dan pengurusan dokumen perjalanan dinas menteri itulah yang akhirnya terkena imbasnya.

Sumber: Konteks

Artikel terkait lainnya