Halusinasi Tingkat Tinggi? Prabowo Klaim Ekonomi Indonesia Lampaui Jepang dan Eropa, Pengamat UGM Bongkar ‘Kebohongan’ Laporan ABS

DEMOCRAZY.ID – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai kondisi ekonomi Indonesia yang disebut lebih baik dibanding Jepang dan negara-negara Eropa kembali mendapat respons menohok.

Pengamat UGM, Josua Sinambela, mempertanyakan laporan statistik yang diterima Prabowo tersebut.

Ia bahkan menyindir anggaran Badan Pusat Statistik (BPS) yang dinilainya cukup besar, tetapi hasil laporan yang disampaikan kepada Presiden justru dipertanyakan.

Josua Pertanyakan Anggaran BPS

Josua menyinggung anggaran sensus BPS yang menurutnya mencapai Rp7 triliun.

Besarnya anggaran tersebut, kata dia, semestinya berbanding lurus dengan kualitas data yang dihasilkan.

“Dari Anggaran Sensus BPS yang mencapai 7 Trilliun sih harusnya hasilnya lebih baik dari negara manapun didunia ini,” ujar Josua, Rabu (2/9/2026).

Namun, Josua mempertanyakan validitas laporan statistik yang kemudian menjadi dasar pernyataan Presiden Prabowo.

“Tapi entah kenapa boong atau tidak sesuai faktanya,” tukasnya.

Ia juga mempertanyakan mengapa laporan yang disebutnya bermasalah masih dapat dipercaya.

“Laporan ABS begini kok masih bisa dipercaya,” jelasnya.

Prabowo Terima Laporan Statistik

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya menerima laporan statistik mengenai capaian Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan 1.079 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo awalnya membahas angka penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengalami gangguan kesehatan.

Ia menyebut terdapat sekitar 28 ribu penerima manfaat yang dilaporkan mengalami gangguan, seperti keracunan atau sakit perut.

Angka tersebut kemudian dibandingkan dengan total penerima manfaat yang mencapai sekitar 4,5 miliar.

“Sampai hari ini kurang lebih sudah 28 ribu penerima manfaat yang menerima gangguan, dikatakan keracunan, sakit perut dan sebagainya. 28 ribu dari 4,5 miliar. Kalau tidak salah itu adalah 0,006 artinya 99,994,” kata Prabowo.

Prabowo Klaim Statistik Indonesia Lebih Baik

Prabowo kemudian menyampaikan bahwa dirinya memperoleh laporan statistik yang menunjukkan kondisi Indonesia lebih baik dibanding sejumlah negara maju.

Namun, ia meminta laporan tersebut terlebih dahulu diverifikasi.

“Saya dapat laporan kemarin, ini tolong diverifikasi. Tapi saya dapat laporan, kita punya statistik hari ini. Insya Allah kita pertahankan, kalau bisa kita kurangi lagi. Kita punya statistik itu lebih baik dari Jepang dan lebih baik dari Eropa,” tuturnya.

Prabowo mengatakan laporan tersebut diterimanya sekitar dua hari sebelum pernyataan itu disampaikan.

“Ini saya baru dapat laporan dua hari yang lalu. Kalau demikian, ya kita tidak boleh terlalu kecil hati,” katanya.

Prabowo Ingatkan Pemerintah Tidak Sombong

Di tengah penyampaian capaian tersebut, Prabowo juga mengingatkan jajarannya agar tidak terlena dan merasa paling unggul.

Ia meminta seluruh pihak tetap rendah hati dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Jangan kita sombong, jangan kita petantang petenteng. Kesombongan adalah awal dari kehancuran. Ingat itu. Semakin berisi, semakin menunduk. Itu adalah ilmu padi dari nenek moyang kita. Itu adalah ilmu pendekar,” kata Prabowo.

Sementara itu, kritik Josua terhadap laporan tersebut menjadi sorotan tersendiri.

Ia mempertanyakan kesesuaian data yang diterima Presiden dengan kondisi faktual di lapangan.

Artikel terkait lainnya