DEMOCRAZY.ID – Frekuensi perjalanan menunjukkan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengambil rute diplomasi yang sangat agresif jika disandingkan dengan para pendahulunya.
Pada 12 bulan pertama masa kepemimpinannya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalukan sembilan kunjungan, sementara Joko Widodo (Jokowi) melakukan 15 kunjungan.
Sedangkan Prabowo Subianto dalam 15 bulan kepemimpinannya, sudah melakukan 49 kunjungan ke 28 negara.
Terlihat secara transparan lonjakan frekuensi yang sangat tajam.
Jika dirata-rata hampir 3 hingga 4 kali perjalanan per bulan, Presiden Prabowo telah menghabiskan akumulasi waktu sekitar 95 hingga 112 hari berada di luar negeri.
BIAYA DINAS 48 KALI PRABOWO 1.5 TAHUN, HAMPIR 2.4 TRILIUN
BISA BANGUN 480 SEKOLAH, 1200 JEMBATAN DESA, 73 BEASISWA MAHASISWA MISKIN
Angka tersebut setara dengan empat bulan penuh hari kerja tanpa libur dihabiskan di atas pesawat kenegaraan dan ruang konferensi internasional.
Sebagai perbandingan akhir, total komulatif 86 kunjungan SBY dan 58 kunjungan Jokowi dicapai dalam rentang waktu penuh sepuluh tahun kekuasaan.
Sementara Prabowo mengumpulkan 49 kunjungan hanya dalam kurun waktu 1,5 tahun (Oktober 2024–April 2026), termasuk menghadiri KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina.
👇👇
Karakteristik paling menonjol dari pola diplomasi era baru ini adalah kuatnya nuansa kedekatan personal (personal networking) dan pemanfaatan panggung prestise simbolik.
Presiden beberapa kali tampil sebagai tamu kehormatan dalam parade kenegaraan, seperti Hari Republik India, Bastille Day di Prancis, hingga parade 80 Tahun Kemenangan Cina di Lapangan Tiananmen.
Meskipun safari internasional ini berhasil mendongkrak profil personal pemimpin di panggung dunia, kebijakan ini dinilai memicu kontradiksi terhadap Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran dan menghabiskan biaya kumulatif yang diperkirakan mendekati Rp1 triliun.
Terlebih lagi, diplomasi yang terlalu condong ke negara seperti Rusia belum membuahkan hasil ekonomi yang riil, bahkan mendatangkan risiko sanksi sekunder dari Uni Eropa terhadap Terminal Minyak Karimun.
BIAYA DINAS 48 KALI PRABOWO 1.5 TAHUN, HAMPIR 2.4 TRILIUN
Baca JugaBISA BANGUN 480 SEKOLAH, 1200 JEMBATAN DESA, 73 BEASISWA MAHASISWA MISKIN
18 bulan pertama menjabat,
Prabowo sudah keliling ke 28 lebih negara sebanyak 48-49 kali.
Rekor tertinggi dibanding dua presiden sebelumnya dalam… pic.twitter.com/ztP4wrin2a— Hidup sebagai +62 (@Hidupsebagai62) May 7, 2026