Geger Sorotan Media Inggris! Kebun Petani Lokal di Kalimantan ‘Ludes’ Terbakar Habis Tepat di Hari Kemerdekaan RI

DEMOCRAZY.ID – Lautan abu dan batang pohon berjelaga kini menjadi satu-satunya pemandangan yang tersisa di lahan seluas 4 hektar kawasan Landasan Ulin Utara, Kalimantan Selatan.

Kasman, petani berusia 69 tahun, harus menyaksikan seluruh jerih payahnya membudidayakan beragam tanaman buah tropis musnah seketika.

Hantaman api menghancurkan investasi hampir satu dekade yang meliputi tanaman rambutan, pepaya, jeruk, kelengkeng, alpukat, petai, hingga kelapa.

Musibah ini menambah daftar panjang kehancuran sektor pertanian warga akibat krisis kebakaran hutan dan lahan.

Bencana melahap habis seluruh area perkebunan dalam hitungan hari sejak pertengahan Agustus.

Kejadian mendadak tersebut membuat pemilik lahan tidak sempat menyelamatkan aset pertanian mereka.

Insiden berawal saat Kasman sedang memberi makan hewan ternak pada 17 Agustus sore hari.

Anak laki-lakinya tiba-tiba datang menghampiri sembari menangis dan berteriak bahwa kobaran api telah membesar tepat di belakang kediaman mereka.

Saat Kasman bergegas kembali ke rumah, gulungan si jago merah sudah terlanjur meluas dan tak lagi bisa dikendalikan.

“Kebakaran itu sudah sangat besar,” kenangnya saat diwawancara jurnalis BBC Inggris.

Meskipun harus menanggung kerugian ekonomi mencapai ratusan juta rupiah atau setara sedikitnya 5.000 dolar AS, Kasman memilih pasrah menghadapi kenyataan pahit tersebut.

Sikap lapang dada terlihat jelas saat ia berdiri meratapi sisa-sisa tanaman yang telah menghitam.

“Tentu saja saya kecewa, tapi apa boleh buat?” ujarnya.

“Kami hanya harus mulai lagi dari awal dan bekerja kembali.”

Asap tebal masih terus membubung dari sela-sela tanah gambut meski peristiwa tersebut sudah berlalu lebih dari dua pekan.

Walau kobaran api utama telah reda, kehancuran total pada ekosistem kebun buah tersebut tidak lagi dapat dihindari.

Rasa keputusasaan membayangi Kasman tatkala merenungi nasib usaha tani yang telah dibangun bertahun-tahun.

“Kepada siapa saya harus marah? Seperti inilah situasinya.”

Peristiwa yang menimpa Kasman merupakan cerminan dari bencana kebakaran hutan dan lahan skala besar yang saat ini tengah melanda berbagai wilayah Indonesia.

Kobaran api di sejumlah titik bahkan tercatat terus membara tanpa henti selama berpekan-pekan.

Dampak buruk kabut asap beracun kini mengepung jutaan warga di Pulau Sumatra dan Kalimantan.

Paparan polusi udara berbahaya tersebut memicu lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut hingga ribuan warga harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Sebaran asap pekat bahkan telah melintasi batas negara hingga menyelimuti kawasan Malaysia dan Filipina.

Kondisi udara yang memburuk secara masif ini mengganggu aktivitas harian serta mengancam kesehatan masyarakat regional.

Upaya pemadaman dari udara melalui teknik semai awan dan pesawat pemadam kebakaran mengalami hambatan serius.

Jarak pandang yang sangat terbatas akibat pekatnya kabut asap menyulitkan operasional armada udara di titik api.

Aroma menyengat khas material terbakar menembus barisan masker yang dikenakan warga dan tim di lapangan.

Situasi darurat ini mempertegas keparahan krisis lingkungan dan kemanusiaan yang sedang berlangsung di Kalimantan Selatan.

Artikel terkait lainnya