Fakta Baru Terbongkar! Dosen NTU Singapura Sebut Jenjang Advance Diploma Gibran ‘Tak Setara’ Lulusan SMA

DEMOCRAZY.ID – Prof. Sulfikar Amir, WNI yang menjadi dosen di NTU (Universitas Teknologi Nanyang) Singapura menjadi nara sumber di acara RAKYAT BERSUARA iNewsTV tadi malam (13/10/2026) yang mengangkat topik “BOLA PANAS PUTUSAN MK, KEMANA UJUNGNYA”.

Prof. Sulfikar Amir menerangkan sistem pendidikan di Singapura.

Dia membantah klaim bahwa “Advance Diploma” Gibran di MDIS sama dengan lulusan SMA.

Seperti diberitakan, pihak pendukung Gibran pasca putusan MK koar-koar bahwa Gibran lulus A Level (setingkat SMA) di Singapura saat menempuh S1 di MDIS.

Jadi, persoalan UTS Insearch Australia memang sudah jadi “kartu mati” Gibran, mau diputar balik utak-atik gak bakal bisa untuk menjadi dalih Gibran lulus SMA.

Nah, sekarang para pendukung Gibran ini beralih ke MDIS Singapura, bahwa saat menempuh S1 di MDIS Gibran terlebih dulu mengikuti “Advance Diploma” MDIS yang kemudian diklaim itu setara SMA.

Prof. Sulfikar Amir membantah klaim itu, dan menegaskan “Advance Diploma” MDIS tak setara dengan SMA (A Level).

Begini urutan penjelasan Prof. Sulfikar Amir (video dibawah) tentang jenjang dan sistem pendidikan di Singapura:

  • Primary school (SD, 6 tahun)
  • Secondary school (4 tahun) = setara SMP + kelas 1 SMA
  • Lulusan Secondary school akan memperolah ijazah O Level (Gibran punya)
  • Untuk melanjutkan kuliah maka lulusan Secondary school harus ikut A Level (2 tahun)
  • Ujian untuk bisa lulus A Level Singapura ini sulitnya bukan main
  • Gibran tidak punya A Level tapi bisa kuliah S1 di MDIS, kok bisa?
  • Jadi di MDIS ada jalur yang tidak punya A Level tapi bisa kuliah, yaitu mengikuti dulu “Advance Diploma” (8 bulan) setelah itu baru kuliah S1 (2-3 tahun).
  • Jadi “Advance Diploma” (8 bulan) ini tidak sama dan tidak setara dengan A Level (2 tahun)
  • Prof. Sulfikar mengatakan pelajar Singapura akan sangat marah jika “Advance Diploma” (8 bulan) disamakan/dianggap setara dengan A Level (2 tahun), karena untuk lulus A Level (disamping harus menempuh 2 tahun) juga ujiannya sangat sulit

SIMAK SELENGKAPNYA VIDEO:

Artikel terkait lainnya