Dunia Heboh! Rotasi Bumi Melambat, Peneliti Inggris Ungkap Sehari Bisa 25 Jam

DEMOCRAZY.ID – Para peneliti dari Durham University, Inggris pernah mengungkap bahwa rotasi bumi semakin melambat.

Rotasi bumi adalah pergerakan bumi berputar pada porosnya sendiri dari arah barat ke timur.

Proses ini berlangsung selama satu hari penuh, tepatnya 23 jam 56 menit 4 detik, yang dibulatkan menjadi 24 jam.

Rotasi Bumi terjadi pada sumbu imajiner yang miring sekitar 23,5 derajat terhadap bidang orbitnya mengelilingi Matahari.

Gerakan ini tidak terasa oleh makhluk hidup karena gaya gravitasi Bumi menahan segala sesuatu ke permukaannya.

Penyebab utamanya adalah momentum awal dari pembentukan tata surya, dipengaruhi faktor internal seperti distribusi massa dan eksternal seperti tarikan gravitasi.

Rotasi menghasilkan siang dan malam secara bergantian, karena bagian Bumi yang menghadap Matahari mengalami siang sementara sisi lain malam.

Selain itu, menyebabkan arah Matahari terbit di timur dan terbenam di barat, serta pengaruh pada waktu lokal di berbagai zona.

Efek lain termasuk gaya Coriolis yang membelokkan angin dan arus laut.

Perubahan Waktu

Para peneliti Inggris mengatakan, pelambatan rotasi bumi membawa dampak perubahan waktu.

Nantinya, periode waktu menjadi 25 jam dalam sehari, dan bukan lagi 24 jam.

Dari data rekam fenomena alam semesta selama 2.735 tahun yang dikumpulkan tim peneliti tersebut, terlihat adanya perubahan tempo rotasi bumi.

Dari data tersebut, didapati periode sehari di bumi ternyata bertambah dua milidetik tiap abad, menandakan adanya perlambatan rotasi bumi secara gradual.

Hal itu terlihat dari adanya perubahan konsisten dari kalkulasi terlihatnya fenomena gerhana dari bumi.

“Itu artinya percepatan rotasi bumi selama ini berubah-ubah,” jelas Leslie Morrison, astronom yang tergabung dalam tim penelitian itu, dilansir dari Tribun Pontianak.

Menurut Leslie Morisson, melambatnya rotasi bumi ini memungkinkan periode 24 jam dalam sehari bisa jadi bertambah.

Namun, masih butuh waktu yang cukup lama untuk pertambahan periode sehari itu benar-benar terasa dampaknya bagi kehidupan di bumi.

Sebab, untuk bertambah semenit saja, butuh waktu 6,7 juta tahun lagi, sehingga untuk menjadikan periode sehari menjadi 25 jam butuh waktu sekitar dua juta abad lagi.

Tim peneliti menyebut perubahan rotasi bumi ini bisa jadi dipengaruhi beberapa faktor, seperti perubahan permukaan kutub dan aktivitas elektromagnetik dari inti bumi.

Penyebab Utama Pelambatan Rotasi Bumi

Rotasi Bumi memang melambat secara bertahap seiring waktu, sehingga satu hari bisa menjadi lebih panjang dari 24 jam, meski mencapai 25 jam memerlukan skala waktu jutaan tahun.

Dilansir dari laman National Geographic, gesekan pasang surut dari Bulan dan Matahari menjadi faktor dominan, di mana tarikan gravitasi Bulan menyebabkan deformasi lautan dan kerak Bumi yang menghambat rotasi seperti rem alami.

Proses ini membuat Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun, sambil memperlambat putaran Bumi sekitar 2,3 milidetik per abad.

Perubahan distribusi massa akibat aktivitas manusia seperti pencairan es kutub (Greenland dan Antartika) memindahkan air ke ekuator, mirip penari balet yang merentangkan tangan untuk memperlambat putaran.

Gempa bumi besar, pergerakan lempeng tektonik, dan dinamika inti Bumi (seperti perlambatan inti dalam sejak 2010 akibat turbulensi inti luar cair) juga berkontribusi, meski efeknya kecil seperti sepersekian detik per hari.

Secara historis, hari purba hanya 6-8 jam 4,5 miliar tahun lalu; sekarang memakan 1,7 milidetik lebih lama per abad.

Perlambatan ini memerlukan penyesuaian jam atom global, tapi tidak terasa sehari-hari berkat gravitasi yang stabil.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya