Denny Indrayana Beberkan Nilai Gibran di UTS Insearch Banyak yang Fail, Serukan Koreksi Total!

DEMOCRAZY.ID – Pakar Hukum Tata Negara, Prof Denny Indrayana, terus menguliti keabsahan dokumen ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka yang diperoleh dari luar negeri, dalam hal ini UTS Insearch.

Selain diduga tidak memiliki ijazah SMA karena tidak menamatkan pendidikan, Denny Indrayana mengaku mendapatkan informasi lain yang menyebutkan bahwa sejumlah mata pelajaran yang diikuti Gibran selama proses pendidikan di Insearch ternyata ada yang tidak lulus atau error.

Karena itu, dia menilai bahwa terlalu banyak kesalahan-kesalahan yang sangat mendasar terkait dengan pencalonan Gibran pada Pilpres 2024 lalu.

“Termasuk saya diinformasikan bahwa nilai-nilai yang bersangkutan di UTS Insearch sebenarnya banyak yang fail, banyak yang tidak lulus. Karena itu mari sama-sama kita ambil langkah tegas koreksi total sebelum terlambat,” tandas Denny Indrayana.

Lebih lanjut, Denny Indrayana juga menyinggung belum adanya respons jelas dari DPR, setelah dua pekan sejak putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang Gibran dibacakan pada tanggal 6 Oktober 2024.

Padahal menurut dia, putusan itu telah semakin menguak, membuka tabir lebih lebar bagaimana cawe-cawe Jokowi, apa yang beliau sebut sebagai operasi politik itu kemudian menghadirkan Gibran sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

Dia menilai, tidak hanya syarat umur yang diakali melalui putusan paman Usman untuk ponakan Gibran di Mahkamah Konstitusi, syarat pendidikan juga diakali melalui pasal selundupan, Pasal 18 ayat 3 Peraturan KPU Nomor 19 Tahun 2023.

“Ini adalah catatan buruk dalam pemilihan presiden kita. Ini yang saya sebut dengan Gibran Jo-Gate. Hal semacam ini tidak boleh dibiarkan, harus dikoreksi secara tegas dan tuntas lewat pemecatan wapres agar menjadi pelajaran sejarah agar tidak terulang lagi permainan-permainan terstruktur, sistematis, terencana yang mengutak-atik aturan pemilu dengan segala cara demi meraih kekuasaan,” jelas Denny Indrayana.

Sayangnya, lanjut dia, setelah lebih dari 2 minggu tidak melihat ada langkah-langkah tindak lanjut dari partai-partai politik.

Tidak ada gerakan-gerakan signifikan di DPR untuk memulai proses pemakzulan.

“Kita menunggu sebenarnya langkah dan tindak lanjut juga dari Presiden Prabowo Subianto, pemimpin republik, pemimpin koalisi, semua partai tentu sedang menunggu dan melihat. Apa sebenarnya kompas dan arah politik Presiden Prabowo?” kata Denny Indrayana.

Namun, dia melihat bahwa semua elemen-elemen kekuatan politik tersandera entah oleh apa.

Entah oleh kasus hukum, entah oleh pertimbangan-pertimbangan ekonomi, bukan pertimbangan publik, tidak berdasarkan kepentingan rakyat.

Sementara situasi ekonomi tidak makin mudah, pasar saham ambruk, masalah-masalah kebakaran hutan dan berbagai masalah krisis lain terus bertambah.

Denny Indrayana mengaku khawatir Presiden Prabowo Subianto tidak mendapatkan masukan yang cukup, tidak membaca peta secara utuh dan jernih, bahwa republik sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.

Karena itu semua pemimpin republik saatnya untuk bersatu dan memberikan masukan, pandangan dan arah perbaikan serta penyelamatan Indonesia.

Denny Indrayana juga menaruh harapan kepada para mantan presiden dan wakil presiden seperti Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, Boediono, Ma’ruf Amin.

Begitu juga dengan semua ketua umum partai politik dan mantan capres dan cawapres di Pilpres 2024, untuk bersatu memberi masukan-masukan penting kepada Prabowo Subianto.

“Beliau harus disadarkan bahwa banyak persoalan bangsa yang bisa menghadirkan krisis, yang bisa menghadirkan situasi keamanan yang serius. Penyelamatan harus segera dilakukan, leadership harus muncul. Dalam situasi krisis harus ada pemimpin yang mengambil kebijakan strategis.”

Salah satunya kata dia dengan mengoreksi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang sejatinya tidak memenuhi syarat umur dan syarat pendidikan, maka kita akan menuju krisis multidimensional yang berbahaya.

Baca Juga:Bukan Prabowo di Forum Dunia, Sujiwo Tejo Sebut Aksi Gibran Ini yang Bakal Diingat pada 2029Denny mengaku mendapat informasi bagaimana Presiden Joko Widodo juga sedang melakukan konsolidasi-konsolidasi.

“Pak Presiden Prabowo dengan berat hati saya sampaikan jika Gibran tidak dimundurkan, maka ada potensi justru Presiden Prabowo yang dimundurkan,” kata Denny Indrayana.

Dia berharap dengan adanya langkah-langkah penting, strategis, dan penyelamatan dimulai dengan memberhentikan wakil presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Terakhir kepada rekan-rekan mahasiswa, sejarah mencatat ketika politik mengalami kebuntuan-kebuntuan, maka yang bisa membongkar kejumudan politik itu adalah kemurnian niat dari para generasi muda, mahasiswa. Saya berharap ada langkah-langkah yang teman-teman mahasiswa lakukan juga untuk menyelamatkan republik,” imbuhnya.

“Apapun langkah itu tentu harus dilakukan secara konstitusional. Apapun langkah itu tentu dengan niat untuk menyelamatkan republik,” tandas Denny Indrayana.

Artikel terkait lainnya