Dokter Tifa: Kalau Ijazah Jokowi Terbukti Asli, Saya Siap Tanggung Akibatnya!

Signature: xnCEBaciEMPNlMPdRnx3tfGwhdwdRm6ID7v9A16RJjvhGWcANRXCr4cR996UHYd4cqxhB94Cw4KuYlBmM+ix+H3SOdFQjjk4X3oRhyp2rbPFPVGVDePYEqUURkgo/PffDGK5r0nArdgc4f/b4W/3fizKLuIz1X7VOc8a43eweFfKcGo1JBMcTvVxjg3T2AVCKEom9g0toshiZ2YTe/FZrz67Ld3kkfppz7QTDSs9uM9zOEpnjAKTLi9wD2NEz4RDwBgfWQAgP1id69PyLpUtIQ4K0jqPjzpMsq1s5d73tm7ql/8XOvPkzKVjs5bWRJAt4BBG5ZLmxCuF/firJ9WpR6sJc/0PR0awvos9Y4Bt0D2nGjO4kpjYw6CFYD0en89135AGVBNhSq3qCx9Ffh3Y7yivd44aOT/pBstSty9/SWxdzLpZMoXpde4XnYYaOx9rMCx12vzJnRzNVvdHqg7yidNRcomNpMMsZykC3ux5tKIHRCsEM8iLsOC6CgTSz6uLeldHWY+oLwIqcLFFvbXbLS3bcdRm+rx+sJeGUDhXwgWm34O9MYRWnA10o27XjuPcogaZ/MvqPmxY+9VnD9IDAoCbzxGckGrnRE3y9pnOsTbybFOBpiUTNYPQJAynTBfGuynXvfuJpBmMNyCXB15S70tUtd62TcXqoVnbn0U0iLMo3c2kZBM2nGcLcsnAA/zXeLCJygfQT0THRT47IvvGuKHtMnrZQ21aMEx6qrQllT6U2PkTolgFTe1P7W4r/8z5MMuo7pANFNoI3CwVw7cFd+sJmlEM69nri2NljRbPP0PWemV01nBEEjEKACSC0xxyrMHFsBU6eD3uBaL1liGp8sED1rmpEYg+yBVsnYeqC3IQnODefl1sK7Uu/JoKUKSP7fgSgDS91VdJxKeVSkzYxBLaxVOcQ0W+ys/hDtj6qjL7HN/I2A1ybCsYdxC33Od0aP12TurfbZ323a0F6L+JdPN0V0xRBoVN9kz7YMXqn8E=

DEMOCRAZY.ID – Terdakwa Dokter Tifauzia Tyasumma atau Dokter Tifa menegaskan kesediaannya menanggung konsekuensi jika ijazah Presiden ke-7 RI Jokowi terbukti asli.

Namun, Dokter Tifa menekankan bahwa pembuktian tersebut harus dilakukan melalui pemeriksaan yang dapat diuji secara independen.

Ia meminta agar pengujian tidak hanya mengandalkan hasil pemeriksaan dari satu laboratorium forensik.

Baginya, keaslian ijazah perlu dibuktikan melalui pemeriksaan silang (cross examination) dengan melibatkan laboratorium forensik independen sebagai pembanding.

Minta Ijazah Ditunjukkan dan Diperiksa Ulang

Dokter Tifa menyatakan, bukti yang dapat membuktikan dirinya melakukan pencemaran nama baik dan fitnah adalah apabila ijazah yang dipersoalkan tersebut ditunjukkan dan kemudian diuji secara menyeluruh.

“Satu-satunya barang yang bisa membuktikan saya mencemarkan nama baik dan saya memfitnah adalah dia menunjukkan ijazah, dia. Itu, ya,” ujar Dokter Tifa, Jumat (23/10/2026).

Ia menjelaskan, setelah ijazah ditunjukkan, pihaknya ingin melakukan pemeriksaan silang dengan melibatkan laboratorium forensik independen.

“Kalau ijazah dia dia berani tunjukkan, lalu kita kemudian melakukan cross examination, tidak cuma mengandalkan satu laboratorium forensik saja,” tukasnya.

Dokter Tifa menegaskan, dirinya memiliki hak untuk mengusulkan penggunaan laboratorium independen sebagai pembanding dalam proses pemeriksaan tersebut.

Siap Menanggung Konsekuensi

Dokter Tifa juga menegaskan akan meminta agar pemeriksaan pembanding itu dilakukan sebelum kesimpulan mengenai keaslian atau kepalsuan ijazah ditetapkan.

“Saya punya hak untuk mengajukan usulan menggunakan laboratorium forensik independen sebagai pembanding cross examination, itu yang dilakukan di Amerika Serikat, itu yang dilakukan di banyak negara lain,” jelasnya.

Ia mengatakan akan mendorong agar mekanisme tersebut diterapkan sehingga penilaian terhadap ijazah dapat didasarkan pada hasil pemeriksaan yang diuji silang.

“Saya akan menuntut itu dilakukan, baru setelah itu putus, apakah betul ijazah ini asli atau palsu berdasarkan,” ucap dia.

Ketika ditanya apakah dirinya bersedia menanggung segala konsekuensi apabila ijazah Jokowi terbukti asli melalui pemeriksaan tersebut, Dokter Tifa menjawab tegas.

“Oh, tentu saja dong. Kalau memang ijazah itu terbukti asli dengan cross examination dan bukan hanya mengandalkan laboratorium forensik milik apa namanya Polri atau Jaya apapun, ya. Dan kemudian ternyata dengan dua pemeriksaan pembanding ini, ijazah itu asli, ya. Saya bersedia menanggung akibatnya,” kuncinya.

Sebelumnya, Direktur Media Sosial (Medsos) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, juga telah menunjukkan sikap tegas membela keaslian ijazah mantan kepala negara tersebut.

Bahkan, Dian mengaku siap menerima konsekuensi paling berat apabila di kemudian hari terbukti ijazah Jokowi tidak asli.

Sudah Sampaikan Sikap Sejak Pemeriksaan di Polda

Dian mengatakan, komitmennya bukan hal baru.

Menurutnya, pernyataan itu sudah ia sampaikan sejak pertama kali menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

“Saya dari awal itu sudah mengatakan, waktu saya dipanggil pertama kali oleh Polda Metro Jaya, waktu BAP pertama saya mengatakan, mau bagaimanapun saya tetap akan lawan kalian, saya bilang,” ujar Dian Sandi Utama, Rabu (29/7/2026).

Ia menegaskan tidak akan mengubah pendiriannya meski harus menghadapi berbagai risiko.

“Mau sampai kapanpun, dengan cara apapun saya akan lawan, saya bilang. Saya sampaikan begitu,” lanjutnya.

Siap Dipenjara Seumur Hidup

Bukan hanya itu, Dian bahkan melontarkan tantangan yang menurutnya menunjukkan keyakinannya terhadap keaslian ijazah Jokowi.

“Bahkan, dilanjutannya saya mengatakan bahwa, kalau ijazah ini palsu, saya bilang, penjarakan saya seumur hidup. Nggak usah sidang-sidang saya,” ucapnya.

Ia mengaku siap membuat pernyataan tersebut secara tertulis.

“Ayo, saya tanda tangan di atas materai. Agar ini berakhir, gitu loh,” tegasnya.

Kata Dian, polemik yang terus bergulir justru membuat Jokowi tidak bisa menikmati masa pensiunnya dengan tenang.

Jokowi Perlu Istirahat dengan Tenang

Ia menegaskan bahwa mantan Presiden itu seharusnya dapat menjalani kehidupan bersama keluarga tanpa terus dibayangi perdebatan mengenai ijazah.

“Ini kan kasihan Pak Jokowi ini. Beliau ini mau istirahat. Kasian rakyat juga, kan. Beliau ini mau orang tua loh, mau istirahat, mau bersama anak cucu, apa segala macam di Solo kan,” imbuhnya.

Dian menyebut, aktivitas Jokowi saat ini semestinya hanya diisi dengan menerima tamu dan menjalani kehidupan setelah tidak lagi menjabat sebagai Presiden.

“Beliau itu sudah asik menerima tamu dan lain-lain. Tapi kan diganggu-ganggu terus sama mereka,” terangnya.

Ia juga menyinggung aksi sejumlah pihak yang mendatangi kediaman hingga makam orang tua Jokowi.

“Bahkan sampai didatengin rumahnya, didatengin kuburan orang tuanya kan begitu kan waktu itu,” cetusnya.

Lebih jauh, Dian menegaskan seluruh sikap yang diambilnya didorong oleh keinginan agar polemik tersebut segera menemukan titik akhir.

“Kita kan ingin menyelesaikan ini. Makanya saya sampaikan, apa motivasi terbesar saya melakukan ini dengan segala jenis resiko yang saya harus terima ke depan, saya ingin ini selesai. Saya ingin ini dan ada lagi yang bahas-bahas ini,” kuncinya.

Artikel terkait lainnya