Guncangan Hebat dari Barisan Akademisi: 150 Profesor Guru Besar Indonesia Bersatu Desak Gibran Segera Lengser!

150 Professor Guru Besar Indonesia meminta GIBRAN mundur.

Kalau suara ini diabaikan artinya memang anak tengil ini OTAKnya gak berfungsi.

Sebab, manusia itu layaknya punya nurani, punya etika, punya adab, punya pikiran untuk hal-hal baik.

__

SURAT TERBUKA FORUM Guru Besar INDONESIA yang ditandatangani oleh 150 Orang.

Menjaga Marwah Konstitusi, Etika Bernegara, dan Legitimasi Kepemimpinan Nasional

Kepada Yang Terhormat,

Sdr. Gibran Rakabuming Raka

Wakil Presiden Republik Indonesia

Di Jakarta

Atas Nama Inisiator:

  1. Prof. M. Din Syamsuddin
  2. Prof. Ryaas Rasyid
  3. Prof. Nuhfil Hanani
  4. Prof. M. Nasih
  5. Prof. Amran Razak
  6. Prof. La Ode M. Aslan
  7. Prof. Rochmat Wahab
  8. Prof. Connie Rahakundini Bakrie
  9. Prof. Ganjar Kurnia
  10. Prof. Nandang Sutrisno
  11. Prof. Idrus Paturusi
  12. Prof. Fathul Wahid
  13. Prof. Lukman Hakim

Surat Terbuka ini kami tembuskan kepada yth.

  1. Presiden Prabowo Subianto
  2. Saudara Joko Widodo

Dokumen tersebut diunggah oleh pakar militer sekaligus salah satu inisiator surat terbuka, Prof.

Connie Rahakundini Bakrie, melalui akun Instagram @connierahakundinibakrie pada Senin (19/10/2026).

Dalam unggahannya, Connie menegaskan bahwa akademisi memiliki tanggung jawab moral untuk mengingatkan pentingnya integritas, etika bernegara, transparansi, dan akuntabilitas dalam kepemimpinan nasional.

Dalam surat tersebut, Forum Guru Besar Indonesia menyampaikan keprihatinan menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait persoalan ijazah Gibran.

Salah satu poin utama dalam surat terbuka tersebut adalah desakan agar Gibran mengambil langkah kesatria dengan mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden RI.

Forum menyatakan, seruan tersebut disampaikan demi menjaga marwah lembaga kepresidenan, memulihkan etika kehidupan berbangsa, serta menjaga keselamatan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pengunduran diri secara sukarela itu, menurut forum, bukan dimaksudkan untuk mengecilkan arti keberadaan Gibran.

Sebaliknya, langkah tersebut dipandang sebagai bentuk pengorbanan politik demi menjaga marwah konstitusi dan etika bernegara.

Forum juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian Gibran selama menjabat dan berharap keputusan yang diambil dapat memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.

Selain ditujukan kepada Gibran, surat terbuka tersebut turut ditembuskan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Forum meminta Prabowo memandang persoalan tersebut bukan sekadar dinamika politik, melainkan juga ujian komitmen dalam menjaga integritas di lingkungan pemerintahan.

Surat terbuka itu ditutup dengan harapan agar kepentingan bangsa dan negara ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Setidaknya 150 guru besar disebut turut membubuhkan tanda tangan dalam surat terbuka tersebut.

👇👇

Artikel terkait lainnya