Pembersihan Pengaruh Kekuasaan Lama: Setelah Polri, Prabowo Mulai Bersihkan TNI dari Jejak Jokowi?

DEMOCRAZY.ID – Politikus Ferdinand Hutahaean menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto mulai melakukan penataan di tubuh TNI setelah sebelumnya merombak jajaran kepolisian.

Langkah tersebut, menurut Ferdinand, bagian dari upaya memperkuat struktur pemerintahan agar lebih solid.

Ferdinand mengaitkan perubahan sejumlah posisi strategis di lingkungan TNI dengan upaya mengurangi pengaruh politik Jokowi di dalam pemerintahan.

Pandangan itu disampaikan Ferdinand saat mengomentari pergeseran jabatan sejumlah pejabat militer, termasuk Maruli Simanjuntak dan Richard Tampubolon.

Prabowo Mulai Perkuat Struktur Pemerintahan

Ferdinand mengatakan, langkah Prabowo dalam menata jajaran pemerintahan merupakan hal yang dinantikan masyarakat.

“Prabowo Subianto semakin bertindak tegas untuk memperkuat jajaran pemerintahannya dan semakin solid dalam menjalankan pemerintahan,” ujar Ferdinand, Jumat (16/10/2026).

Ia kemudian menyinggung perubahan di tubuh Polri yang disebutnya sebagai langkah awal sebelum penataan dilakukan di lingkungan TNI.

“Setelah kepolisian dibongkar habis oleh Presiden Prabowo dengan mengganti Kapolri,” tukasnya.

Lanjut Ferdinand, pembenahan selanjutnya mulai menyasar struktur TNI.

Ia menekankan, dalam sistem pemerintahan, tidak semestinya terdapat kelompok kepentingan politik yang memiliki pengaruh tersendiri di luar hierarki komando resmi.

“Sekarang TNI mulai disentuh oleh Prabowo untuk penguatan secara struktural karena memang secara hierarki komando pemerintahan tidak boleh ada subordinat-subordinat politik lain dalam satu rezim karena itu akan mengganggu stabilitas pemerintahan,” tuturnya.

Maruli Simanjuntak dan Richard Tampubolon Digeser

Ferdinand turut menaruh perhatiannya pada pergeseran jabatan Maruli Simanjuntak dan Richard Tampubolon.

Ia menyebut perubahan tersebut sebagai bagian dari reorganisasi yang dilakukan pemerintahan Prabowo.

“Prabowo sebagai presiden telah mencopot Maruli Simanjuntak dari jabatannya sebagai KSAD dan ditempatkan menjadi wakil Panglima dan Letjen Richard Tampubolon dari Kasum ditempatkan menjadi wakil menteri pertahanan,” ucapnya.

Ferdinand kemudian mengaitkan kedua nama tersebut dengan lingkaran Jokowi melalui kedekatan mereka dengan Luhut Binsar Pandjaitan (LBP).

“Siapa dua sosok ini? Dua sosok ini adalah saya harus mengatakan loyalis Jokowi dari jalur LBP. Maruli adalah mantunya LBP dan Richard adalah sahabat baik mereka, satu lingkaran,” kata Ferdinand.

Prediksi Panglima TNI Bakal Berganti

Tidak berhenti pada perubahan jabatan di tingkat kepala staf, Ferdinand juga memprediksi kemungkinan adanya usulan pergantian Panglima TNI dalam waktu dekat.

Menurut dia, setelah pergantian Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), perhatian berikutnya berpotensi mengarah pada posisi Panglima TNI.

“Saya melihat dalam waktu dekat mungkin sebelum pemerintahan Pak Prabowo genap 2 tahun pada tanggal 20 ini, akan ada pengusulan penggantian Panglima TNI,” ungkapnya.

Ia mengaitkan prediksi itu dengan pergantian KSAD dan naiknya Wakil KSAD Tandyo Budi Revita ke posisi tersebut.

“Setelah KSAD diganti dan wakil KSAD Tandyo naik menjadi KSAD, saya pikir giliran Panglima TNI akan diajukan oleh Presiden Prabowo Subianto,” lanjut Ferdinand.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pandangannya mengenai kemungkinan pergantian Panglima TNI tersebut masih sebatas pengamatan pribadi.

Ferdinand Prediksi KSAU Berpeluang Dipilih

Ferdinand juga menyampaikan hitung-hitungannya mengenai sosok yang berpotensi diusulkan menjadi Panglima TNI.

Ia menilai Prabowo mungkin mempertimbangkan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) atau Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL).

“Tetapi tampaknya Presiden Prabowo sangat mungkin lebih condong memilih Kepala Staf Angkatan Udara untuk menjadi Panglima. Karena memang saat ini kita menyaksikan dunia bergolak terutama di kawasan Timur Tengah dan Eropa Timur, bagaimana peperangan dari langit itu menjadi garda terdepan peperangan,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa perkembangan peperangan modern dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pemimpin tertinggi TNI berikutnya.

“Karena bagi publik selama ini cenderung bahwa Jokowi itu masih cawe-cawe di banyak tempat. Dan Prabowo sekarang melakukan pembersihan demi kebutuhan pemerintahan, demi kebutuhan negara,” tandasnya.

Ia menegaskan bahwa, menurut pandangannya, penataan tersebut semestinya ditujukan untuk kepentingan negara dan pemerintahan, bukan kepentingan pribadi presiden.

“Ingat ini adalah demi kebutuhan negara, demi kebutuhan pemerintahan, bukan kebutuhan Prabowo sebagai pribadi. Sekali lagi kita dukung Prabowo untuk menegakkan hirarki pemerintahannya supaya Indonesia ini maju,” kuncinya.

Artikel terkait lainnya