DEMOCRAZY.ID – Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai peluang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2029 masih terbuka.
Meski elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat itu saat ini masih tertinggal dari sejumlah kandidat, posisinya mulai lebih kompetitif untuk bursa calon wakil presiden (cawapres).
Jamiluddin menyebut elektabilitas AHY masih berada di bawah Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Dedi Mulyadi.
Namun, peta elektoral masih sangat mungkin berubah karena hasil survei politik cenderung fluktuatif dan dipengaruhi isu yang berkembang saat survei dilakukan.
“Karena itu, masih ada peluang bagi AHY untuk meningkatkan elektabilitasnya setidaknya hingga mendekati akhir tahun 2028. Peluang itu masih terbuka selama kinerja AHY sebagai menteri tetap terjaga dan tidak ada isu negatif yang besar menerpanya,” kata Jamiluddin, Jumat (11/9/2026).
Menurut Jamiluddin, peluang AHY semakin terbuka karena elektabilitas Partai Demokrat juga menunjukkan tren kenaikan.
Dalam survei terakhir, Demokrat bahkan telah masuk jajaran empat besar partai dengan elektabilitas tertinggi.
“Jadi, elektabilitas AHY dan partai yang dipimpinnya sama-sama menunjukkan trend meningkat. Bila trend ini terus berlanjut maka peluang AHY untuk maju capres pada Pilpres 2029 tentu masih sangat terbuka,” katanya.
Peluang Demokrat mengusung AHY juga semakin terbuka setelah ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold menjadi nol persen.
Dengan kondisi tersebut, Demokrat secara teoritis dapat mengusung AHY sendiri sebagai calon presiden pada 2029.
Namun, Jamiluddin melihat AHY saat ini belum menunjukkan sinyal kuat untuk mengejar posisi capres.
Jika mengacu pada hasil survei terakhir, posisi AHY justru dinilai lebih kompetitif dalam bursa cawapres, termasuk bersaing ketat dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Elektabilitas AHY tampak lebih kompetitif, dan bersaing ketat dengan Gibran Rakabuming Raka. Karena itu, bila elektabilitas AHY ke depan tetap lebih kompetitif untuk cawapres, maka Ketua Umum Partai Demokrat ini tampaknya akan memilih cawapres pada Pilpres 2029,” jelas Jamiluddin.
Meski begitu, peta politik menuju 2029 masih panjang.
Jamiluddin menilai AHY masih bisa mengubah strategi apabila elektabilitasnya terus meningkat dan mampu menembus posisi tiga besar menjelang akhir 2028.
“Politik itu dinamis, maka bisa saja AHY mengubah haluan memilih capres. Hal ini akan dilakukannya bila mendekati akhir 2028 elektabilitas AHY bisa masuk tiga besar,” pungkasnya.