DEMOCRAZY.ID – Badai debu dan pasir menerjang Kota Homs, Suriah, dengan intensitas tinggi.
Fenomena tersebut membuat jarak pandang menurun drastis hingga nyaris tidak terlihat dan mengubah langit kota menjadi kemerahan.
Kondisi tersebut terjadi akibat konsentrasi debu yang sangat tebal di udara.
Warga, pengendara, hingga pejalan kaki menghadapi kesulitan beraktivitas akibat buruknya jarak pandang.
Dikutip dari laporan Ilkha, Langit Homs yang berubah menjadi merah menjadi pemandangan mencolok selama badai berlangsung.
Kepulan debu yang menyelimuti udara membuat suasana di sejumlah kawasan kota tampak gelap dan kemerahan.
Lihat postingan ini di Instagram
Penurunan jarak pandang juga berdampak terhadap aktivitas lalu lintas.
Para pengemudi harus menghadapi kondisi jalan yang sulit terlihat dengan jelas, sementara pejalan kaki turut mengalami gangguan akibat debu yang memenuhi udara.
Badai pasir tersebut menambah daftar cuaca ekstrem yang terjadi di kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir.
Sehari sebelumnya, Kota Makkah, Arab Saudi, juga dilanda hujan deras disertai badai dan angin kencang.
Kondisi tersebut dilaporkan sempat menyulitkan aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.
Cuaca buruk di Makkah juga diwarnai fenomena petir.
Kamera sempat merekam momen ketika sambaran petir mengenai Menara Jam Kerajaan Makkah di tengah berlangsungnya badai.
Rangkaian fenomena cuaca ekstrem tersebut menunjukkan kondisi atmosfer yang tidak bersahabat di sejumlah wilayah Timur Tengah.
Badai pasir di Homs sendiri membuat aktivitas warga terganggu akibat jarak pandang yang turun tajam.