Arena Muktamar NU Memanas! Hasyim Muhammad Bongkar Adanya Pertarungan Sengit Tiga Menteri Kabinet Prabowo Rebut Kursi PBNU

DEMOCRAZY.ID – Nahdlatul Ulama (NU) telah memulai rangkaian Muktamar ke-35 yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Pembukaan muktamar tersebut telah digelar di Lapangan Untung Suropati, Jombang, pada Kamis (27/8/2026), dan dibuka langsung Presiden Prabowo Subianto.

Diketahui, muktamar yang diagendakan berlangsung hingga 31 Agustus itu, memiliki agenda pemilihan Ketua Umum NU untuk periode mendatang.

Penulis sekaligus pegiat media sosial, Hasyim Muhammad turut menyoroti Muktamar ke-35 NU tersebut.

Dia secara khusus menyoroti persaingan tokoh yang akan memperebutkan kursi Ketua PBNU tersebut.

Dia bahkan menyebut, Muktamar ke-35 NU ini menjadi pertarungan tiga poros utama.

Tiga poros dimaksud yakni poros Saifullah Yusuf yang disebut-sebut mendukung KH Abdul Hakim Mahfudz, poros Nusron Wahid yang mendukung KH Zulfa Mustofa, dan poros Muhaimin Iskandar yang mendukung KH Yusuf Chudlori.

“Pertarungan 3 Menteri Prabowo di Muktamar NU:

Gus Ipul (Saifullah Yusuf), Menteri Sosial, menjagokan Gus Kikin (KH Abdul Hakim Mahfudz).
Nusron Wahid, Menteri ATR, menjagokan KH Zulfa Mustofa.
Muhaimin Iskandar, Menko Pemberdayaan Masyarakat, menjagokan KH Yusuf Chudlori.”

Lebih lanjut dia menyebut, konflik yang terjadi di tubuh NU belakangan ini dilatarbelakangi oleh perselisihan antara Gus Yahya dan Kiai Miftah.

“Kita tahu selama ini konfliknya adalah antara Gus Yahya dan Kiai Miftah. Dan Kiai Miftah saat ini didukung Gus Ipul untuk kembali menjadi Rais Aam. Lalu yang dukung Gus Yahya siapa ya?,” kata Hasyim Muhammad.

Karena itu, Hasyim mengaku bukan tidak mungkin ada kekuatan selain tiga poros yang disebutkan tersebut, yang muncul sebagai kekuatan besar dan memenangkan persaingan, terutama jika ada yang didukung oleh Ketua Umum saat ini, Gus Yahya.

“Apakah mungkin di luar 3 kekuatan “besar” itu justru yang menang?” katanya.

Karena itu, Hasyim Muhammad menilai, persaingan untuk memperebutkan kursi Ketua Umum PBNU menjadi hal menarik hingga ketua umum terpilih nantinya diumumkan.

“Menarik untuk kita tunggu. Siapa yang akan menang? Apakah idealisme? Ataukah uang?,” sebutnya.

Ketua Panitia Pelaksana Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Saifullah Yusuf mengatakan pelaksanaan Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas menjadi momentum untuk kembali kepada nilai-nilai yang diwariskan para pendiri NU.

Gus Ipul, sapaan akrabnya menyampaikan hal tersebut saat memberikan laporan dalam pembukaan Muktamar Ke-35 NU, yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Muktamar ini adalah Muktamar NU pertama di abad kedua. Dan rasanya seperti ada yang menuntun kita untuk kembali ke pangkuan para muassis atau pendiri Nahdlatul Ulama,” ujar Gus Ipul.

Ia mengatakan pemilihan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang sebagai lokasi muktamar memiliki makna tersendiri, karena pesantren tersebut didirikan salah satu pendiri dan penggerak utama NU, K.H. Abdul Wahab Hasbullah.

Artikel terkait lainnya