Secret Service Bongkar Fakta Mengejutkan: Nyawa Anak Bungsu Donald Trump Dihargai Rp156 Miliar oleh Negara Ini!

DEMOCRAZY.ID – Dinas Rahasia Amerika Serikat (US Secret Service) mengonfirmasi telah mengetahui video yang ditayangkan televisi pemerintah Iran dan menyebut adanya imbalan senilai US$10 juta atau sekitar Rp156 miliar untuk pembunuhan Barron Trump, putra bungsu Presiden Donald Trump.

Dikutip dari Reuters, Senin (25/8/2026) waktu setempat, video berdurasi sekitar tiga menit tersebut mengklaim aktivitas Barron Trump tengah dipantau.

Video itu juga menyebut adanya hadiah uang bagi pihak yang membunuh putra bungsu Presiden AS tersebut.

Juru bicara US Secret Service, Nate Herring, mengatakan pihaknya mengetahui video tersebut dan sedang menindaklanjutinya.

Namun, ia tidak mengungkapkan detail langkah pengamanan maupun penyelidikan yang dilakukan.

“US Secret Service telah mengetahui video ini. Kami menyelidiki segala sesuatu yang berpotensi dianggap sebagai ancaman terhadap individu yang dilindungi,” kata Herring kepada Reuters.

Ia menambahkan, informasi terkait intelijen perlindungan tidak dapat disampaikan kepada publik karena alasan keamanan operasional.

Barron Trump merupakan anak bungsu Donald Trump dan satu-satunya anak hasil pernikahan Trump dengan Melania Trump.

Ia selama ini mendapat perhatian besar karena posisinya sebagai putra bungsu presiden AS sekaligus anggota keluarga Trump yang jarang tampil di depan publik.

Donald Trump sebelumnya pernah mengungkapkan bahwa Barron membantunya memahami cara menjangkau pemilih muda.

Salah satu platform yang disebut Trump adalah TikTok, yang menurutnya memiliki peran dalam strategi kampanye pada Pemilu Presiden AS 2024.

Kemunculan video tersebut terjadi ketika hubungan Washington dan Teheran masih berada dalam kondisi sangat tegang.

Pernyataan dan ancaman antara kedua negara terus berlangsung di tengah konflik yang telah berjalan selama berbulan-bulan.

Ancaman terhadap keluarga Trump bukan isu yang sepenuhnya baru.

Reuters pada awal Agustus melaporkan bahwa Amerika Serikat telah beberapa kali menerima peringatan dari Israel dalam satu tahun terakhir mengenai dugaan niat Iran untuk membunuh Donald Trump.

Salah satu peringatan disebut muncul ketika Trump melakukan perjalanan ke Ankara, Turki, untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi NATO pada akhir Juli.

Trump bahkan disebut sempat meninggalkan pesawat kepresidenan Air Force One secara diam-diam.

Ia kemudian bersama sejumlah asistennya berpindah menggunakan pesawat militer lain, sementara beberapa pejabat tinggi AS ditinggalkan.

Artikel terkait lainnya