DEMOCRAZY.ID – Pengamat kebijakan publik, Gigin Praginanto menyampaikan pandangannya terkait rendahnya elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Rendahnya elektabilitas PSI ini tentunya jadi pertanyaan besar. Mengingat di dalamnya ada nama besar seperti mantan Presiden Joko Widodo.
Dari rendahnya angka tersebut, perlahan muncul rumor atau pendapat soal kemungkinan Jokowi Effect yang perlahan mulai memudar.
Gigin Praginanto lewat unggahan di akun media sosial X pribadinya justru melemparkan sindiran menarik soal elektabilitas PSI yang rendah itu.
Ia menyebut ini bukanlah suatu masalah besar. Para pendukung pun disarankan untuk tetap tenang.
Pasalnya, ada dugaan bahwa anak didik dari Jokowi disebutnya bisa mengatur hasil pemungutan suara.
“Tenang bro,” tulis Gigin dikutip Rabu (19/8/2026).
“Anak didiknya bisa mengatur hasil pemungutan suara,” tambahnya.
Tenang bro, anak didiknya bisa mengatur hasil pemungutan suara. pic.twitter.com/LR3XpuiItE
Baca Juga— gigin praginanto (@giginpraginanto) August 18, 2026
Elektabilitas PSI yang rendah ini patut mendapatkan perhatian. Pasalnya, mantan presiden tersebut sudah melakukan safari politik ke sejumlah daerah.
Hanya saja, safari politik yang dilakukannya itu belum mampu mendongkrak elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Ini terlihat nyata dalam survei Indonesia Political Opinion (IPO) periode 27 Juli hingga 3 Agustus 2026.
Elektabilitas PSI masih bertahan di angka 1,9 persen dalam simulasi pilihan partai politik untuk DPR RI.
Dalam simulasi elektabilitas partai politik IPO, Partai Gerindra berada di posisi teratas dengan 17,5 persen.
Disusul PDI Perjuangan 12,8 persen, Partai Golkar 10,4 persen, dan Partai Demokrat 8,1 persen.
Berikutnya PKB 7,0 persen, PAN 5,1 persen, PKS 4,6 persen, dan Partai Nasdem 4,4 persen.
PSI berada di posisi berikutnya dengan 1,9 persen.
Survei IPO menggunakan metode multistage random sampling.
Penentuan Primary Sampling Unit (PSU) dilakukan pada sejumlah kelurahan/desa, sebelum dilanjutkan dengan pemilihan RT secara acak menggunakan random kish grid paper.
Survei melibatkan 1.200 responden dan digelar pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026. Tingkat kepercayaan mencapai 95 persen dengan margin of error sekitar 2,9 persen.