DEMOCRAZY.ID — Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, kembali mencuri perhatian publik lewat pernyataan terbarunya mengenai latar belakang pendidikan serta deretan gelar akademik kehormatan yang berhasil diraihnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Megawati di hadapan para hadirin dalam acara Ekspos Naskah Sumber Arsip Dasar Negara II yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Di tengah penyampaiannya, ia sempat meminta para ibu yang hadir agar tidak selalu merasa tegang dalam menghadapi berbagai situasi.
“Ibu-ibu itu gak usah takut. Kok ini kalau saya lihat terus tegang gitu loh,” ujar Megawati, dikutip Rabu (12/8/2026).
Megawati kemudian mengaitkan pesan ketenangan tersebut dengan pengalaman masa lalunya saat mempelajari ilmu psikologi, yang memberikannya pemahaman mendalam mengenai kondisi kejiwaan dan gestur seseorang.
Tak hanya itu, presiden kelima RI tersebut juga secara terbuka membeberkan deretan gelar kehormatan akademis bergengsi yang telah disandangnya selama ini sebagai bentuk pengakuan atas rekam jejak pengabdiannya.
“Loh saya pernah kuliahnya di psikologi loh. Makanya mau tahu. Jangan saya cuma dibilang presiden kelima,” katanya.
“Profesor saya tiga loh. Tapi gak beli loh. Doktornya sebelas loh,” tandas Megawati.
Melalui latar belakang dan pemahaman psikologis yang dimilikinya, Megawati kembali menekankan pentingnya menjaga ketenangan mental serta tidak terlampau cemas dalam menghadapi dinamika hidup maupun berbagai persoalan sosial yang ada.
Presiden ke-5 Indonesia, Megawati Soekarnoputri, sempat menyinggung soal gelar palsu ketika memberikan sambutan workshop di Balairung, Universitas Gadjah Mada, pada Rabu (1/10/2025).
Megawati awalnya bertanya kepada peserta workshop, terkait jumlah gelar profesor yang dimilikinya.
“Tau nggak gelar profesor saya berapa? jadi waktu saya disuruh tugas di BRIN, supaya orang-orang yang pintar-pintar tidak anggap saya bodoh, jadi saya kenalkan nama saya gitu, dengan gelar-gelar yang saya tumpuk ini,” ucapnya.
Lalu Megawati menegaskan, bahwa rentetan gelar miliknya bukan merupakan gelar palsu.
“Tapi nggak ada pemalsuan loh ini,” ujar Megawati melanjutkan.
Hal itu sontak membuat ruangan bergemuruh, para peserta serentak bertepuk tangan mendengar pernyataannya.