Eks Jampidsus Ternyata Korban “Perang Bintang”? Mantan Kabareskrim Bongkar Fakta Mengejutkan!

DEMOCRAZY.ID – Kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah kini benar-benar menjadi pusat perhatian publik.

Bola salju kasus ini terus membesar, memicu beragam spekulasi liar di berbagai sudut ruang diskusi.

Salah satu narasi yang paling santer dan menjadi perbincangan panas di tengah masyarakat adalah adanya dugaan konflik antarlembaga penegak hukum, atau yang kerap diistilahkan oleh netizen sebagai “perang bintang”.

Publik bertanya-tanya, apakah institusi-institusi besar di negeri ini sedang berada dalam posisi saling sikut?

Namun, di tengah riuhnya isu miring tersebut, sebuah pandangan berbeda justru dilontarkan oleh mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen (Purn) Susno Duadji.

Ia secara tegas menepis anggapan bahwa para penegak hukum sedang terlibat dalam pertarungan ego antarlembaga.

Dalam tayangan YouTube Rakyat Bersuara, Susno mencoba memberikan gambaran yang menyejukkan.

Ia menegaskan bahwa persepsi mengenai pertarungan tersebut sangat jauh dari realita yang terjadi di lapangan.

“Pak Kapolri dengan Panglima TNI dengan Jaksa Agung berpelukan mesra dan tidak merengut, senyum katanya. Tetapi yang jelas dipertontonkan pada masyarakat demikian akrabnya,” ujar Susno dalam tayangan tersebut.

Lebih jauh, Susno melihat kedekatan ini bukan sekadar pencitraan di tingkat elit, melainkan sudah mengakar hingga ke jajaran bawah.

Ia meyakini bahwa institusi Polri, Kejaksaan, hingga KPK kini memiliki satu kesamaan visi dalam menjalankan tugas negara.

“Kita yakin demikian akrabnya hubungan antara, bukan pimpinannya. Kita lihat pada lini bawah, Direktur ke bawah, antara penyidik dan penuntut di Kejaksaan dengan penyidik Polri dan penyidik KPK, mengapa akrab karena mereka sudah satu bahasa,” sambungnya dengan penuh penekanan.

Menurut Susno, “satu bahasa” yang ia maksud adalah komitmen bersama yang tak tergoyahkan untuk memberantas korupsi.

Fokus mereka kini bukan saling menjatuhkan atau menunjukkan superioritas lembaga, melainkan bersatu untuk melawan musuh yang nyata.

“Mereka sudah mempunyai musuh yang sama, yaitu koruptor dan perbuatan korupsi, dimana mereka dididik ini, di candra di mula mereka lebih dari 4 tahun yaitu di KPK,” imbuh Susno.

Dalam kesempatan tersebut, Susno juga tak ragu melayangkan apresiasi kepada jajaran penyidik Polri.

Ia menilai keberhasilan mereka membongkar kasus dengan nilai kerugian negara yang fantastis ini adalah bukti profesionalisme.

Bagi Susno, keberhasilan ini sekaligus menjadi tamparan keras bagi siapa pun yang gemar menyebarkan isu perpecahan.

“Dengan perkara ini, selain mengungkap perkara cukup besar, akan banyak bantahan dan banyak apa-apa yang kita salah persepsi terungkap. Contohnya, pertama ada persepsi perang bintang, perang bulan, perang matahari bertabrakan,” tegasnya.

Pernyataan Susno ini sekaligus menjadi penegasan pamungkas bahwa proses hukum terhadap eks Jampidsus Febrie Adriansyah harus dilihat secara jernih.

Publik diminta untuk tidak lagi memandang proses hukum ini sebagai arena “perang bintang” yang dramatis.

Fokus utama seluruh aparat penegak hukum saat ini, menurut Susno, adalah murni mengusut tuntas dugaan korupsi dan TPPU secara profesional, dengan satu tujuan mulia: menumpas praktik korupsi sampai ke akar-akarnya.

Artikel terkait lainnya