Inilah Dosa Yang Bisa Menghapus Pahala Sebesar Gunung, Hati-Hati!

DEMOCRAZY.ID – Setiap amal kebaikan bernilai pahala di sisi Allah SWT, bahkan jika sesederhana membuang ranting dari tengah jalan agar tidak mengganggu pengendara.

Namun, umat Islam tetap harus hati-hati sebab ada dosa yang bisa menghapus pahala sebesar gunung dalam sekejap.

Lantas, dosa apa yang dimaksud?

Dosa yang Menghapus Pahala Sebesar Gunung

Dalam Islam, dosa yang menghapus pahala sebesar gunung adalah maksiat ketika sendirian atau saat tak ada orang lain yang melihat.

Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan tentang kaum yang membawa pahala sangat besar, tetapi Allah SWT menjadikannya sia-sia.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa itu terjadi sebab kaum tersebut mengerjakan salat malam, tetapi ketika sendirian melanggar perintah Allah SWT.

Berikut adalah hadis lengkapnya:

“Aku benar-benar tahu sekelompok umatku yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala sepenuh gunung Tihamah yang putih, lalu Allah jadikan itu laksana debu yang beterbangan.”

Tsauban radhiyallahu anhu bertanya, “Wahai Rasulullah, jelaskan siapa mereka agar kami tidak menjadi seperti mereka tanpa disadari.”

Beliau menjawab, “Mereka saudara kalian dan sejenis dengan kalian. Mereka salat malam seperti kalian, tetapi mereka adalah kaum yang apabila bersendirian dengan larangan Allah, maka mereka melanggarnya.” (HR Abu Dawud)

Dosa Lain yang Menghapus Pahala

Selain maksiat saat sendirian, dosa lain yang bisa menghapus pahala sebesar gunung adalah sebagai berikut:

1. Murtad

Siapa pun yang murtad atau keluar dari Islam, seluruh amal dan pahalanya gugur di sisi Allah SWT. Sementara di akhirat, ia akan kekal di neraka.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 217:

“Barangsiapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”

2. Syirik

Berbuat syirik atau menyekutukan Allah SWT merupakan dosa paling besar dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam surah Al-An’am ayat 88:

“Sekiranya mereka mempersekutukan Allah, pasti lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan.”

Bentuk kesyirikan yang terjadi di tengah masyarakat adalah mendatangi dukun, peramal, orang pintar, tukang sihir, atau memakai jimat.

3. Ria dan Sum’ah

Ria artinya sombong atau beramal hanya untuk mendapat pengakuan dari manusia, bukan semata-mata karena Allah SWT.

Dalam surah Al-Ma’un ayat 4-6, Allah SWT berfirman:

“Maka celakalah orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya, yang berbuat ria.”

4. Durhaka kepada Orang Tua

Perintah beriman kepada Allah SWT beriringan dengan perintah berbakti kepada orang tua. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Isra ayat 23:

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.”

Oleh karena itu, durhaka kepada orang tua juga bisa menghapus amal kebaikan kita.

5. Mengungkit Pemberian

Mengungkit pemberian atau sedekah sampai menyakiti perasaan si penerima juga bisa membatalkan pahala.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 264:

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena ria (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir.”

6. Meninggalkan Salat Wajib

Dosa lain yang bisa menghapus amal adalah meninggalkan salat wajib dengan sengaja, terutama salat Asar.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Yang pertama kali dihisab dari hamba pada hari kiamat adalah salat. Jika salatnya baik, maka seluruh amalnya menjadi baik baginya. Dan jika salatnya jelek, maka menjadi jelek seluruh amalnya.” (HR At-Thabrani)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa yang meninggalkan salat Asar, maka gugur amalnya (pada hari itu).” (HR Bukhari)

7. Mengonsumsi Khamr

Mengonsumsi khamr (minuman keras) juga bisa membuat amalan kita sia-sia di sisi Allah SWT sebab minuman ini sangat dilarang dalam Islam.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Siapa saja yang minum khamr, maka salatnya tidak diterima 40 hari. Jika ia bertobat, maka Allah terima tobatnya. Jika ia mengulanginya, maka salatnya tidak diterima selama 40 hari. Jika ia bertobat, maka Allah terima tobatnya. Jika ia mengulanginya, maka salatnya selama 40 hari tidak Allah terima. Jika ia bertobat, maka Allah terima tobatnya. Jika ia mengulangi keempat kalinya, Allah tidak menerima tobatnya dan memberinya minuman dari sungai Khabal.”

Sementara, dalam hadis lain, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Ada tiga orang yang tidak masuk surga, yaitu orang yang durhaka kepada orang tua, pecandu khamr, dan mann (mengungkit) dalam sedekah.” (HR An-Nasa’i)

8. Memelihara Anjing

Memelihara anjing bisa mengurangi pahala seseorang setiap harinya, kecuali anjing untuk menjaga ladang, ternak, dan berburu.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa memelihara anjing, maka amalan salehnya akan berkurang setiap harinya sebesar satu qirath (seperti dua gunung besar), kecuali anjing untuk menjaga tanaman atau hewan ternak.” (HR Bukhari dan Muslim)

9. Bid’ah

Melakukan sesuatu yang tidak sesuai tuntunan Rasulullah SAW atau bid’ah tidak bernilai pahala. Bahkan, pelakunya akan mendapat dosa.

Jika bid’ah dilakukan di Madinah, pelakunya bukan cuma mendapat dosa, tetapi juga dilaknat. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Madinah adalah haram dari ‘Air hingga tempat ini. Siapa yang melakukan bid’ah di dalamnya, maka dia mendapatkan laknat Allah, para malaikat-Nya, dan seluruh manusia (mukminin). Allah tidak menerima ibadah sunahnya dan wajibnya.” (HR Bukhari dan Muslim)

10. Membunuh

Membunuh seseorang tanpa syariat yang dibenarkan (misalnya, qishash dan rajam) adalah haram dan termasuk dosa besar.

Seorang Muslim juga dilarang keras membunuh non-Muslim yang tidak memerangi kaum Muslimin.

Allah SWT berfirman dalam surah An-Nisa ayat 93:

“Barangsiapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka Jahanam. Dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya.”

Sumber: Inilah

Artikel terkait lainnya