Bawa Panci dan Sayur, Aksi Emak-Emak Dukung MBG Jadi Sorotan: Murni atau Settingan?

DEMOCRAZY.ID – Ratusan orang yang tergabung dalam kelompok Emak Muda (Emud) menggelar demonstrasi di Jakarta, hari ini untuk menyuarakan aspirasi mendukung salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).

“MBG sudah terbukti berperan dalam mendukung penurunan angka stunting. Semua sudah merasakan manfaat MBG,” ujar orator Oktasari Sabil di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Massa yang terdiri dari emak-emak muda itu menggelar unjuk rasa di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, yang memang khusus dikosongkan oleh petugas kepolisian untuk melayani aksi tersebut.

Bawa Panci dan Sayuran

Dalam aksi tersebut, para peserta membawa panci dan sayuran, serta spanduk berisikan pernyataan mendukung Presiden Prabowo untuk melanjutkan program MBG demi generasi cerdas dan Indonesia Emas 2045.

Dengan mengenakan pakaian berwarna putih dan kerudung merah, emak-emak itu nampak bersemangat dalam menyampaikan aspirasi mereka.

“Jangan sentuh Presiden Prabowo, kami mendukung program pro kerakyatan,” ujar Oktasari.

Selain menyampaikan orasi, sejumlah peserta juga membacakan puisi tentang program MBG yang sudah dirasakan oleh seluruh kalangan, mulai dari anak-anak Indonesia, para ibu hamil, para orang tua, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, peternak, hingga pengusaha.

Pengamanan Polisi

Sementara itu, sebanyak 3.761 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan dan melayani jalannya unjuk rasa yang digelar oleh sejumlah kelompok di beberapa titik di wilayah Jakarta Pusat, Senin.

“Pengamanan dan pelayanan dilakukan di sejumlah lokasi, di antaranya kawasan silang selatan Monas. Aksi unjuk rasa dari beberapa elemen masyarakat dan mahasiswa dengan tuntutan yang berbeda,” ungkap Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepolisian dalam menjaga keamanan sekaligus menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

“Kami menyiapkan personel untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib. Kami mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, serta tetap mengutamakan keselamatan masyarakat maupun personel di lapangan,” ujar Reynold menambahkan.

Sumber: Inilah

Artikel terkait lainnya