DEMOCRAZY.ID – Kelompok masyarakat sipil Independen Sumatera menyoroti empat peristiwa besar yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir yang dinilai tidak ditangani secara serius oleh negara dari aspek penegakan hukum.
Dalam pernyataannya pada Ahad (14/6/2026), Independen Sumatera mempertanyakan tidak adanya penetapan tersangka dalam sejumlah peristiwa yang mengakibatkan korban jiwa dan kerugian besar bagi masyarakat.
“Empat kejadian besar ini meninggalkan korban jiwa dan kerugian yang sangat besar. Namun hingga hari ini, penegakan hukum yang dilakukan dinilai belum memberikan rasa keadilan kepada publik,” demikian pernyataan tersebut.
Empat peristiwa yang menjadi sorotan adalah:
Menurut catatan Independen Sumatera, bencana banjir yang melanda berbagai wilayah di Sumatera mengakibatkan lebih dari 1.100 korban jiwa. Selain itu, daya rusak yang ditimbulkan disebut sangat luas.
Meski demikian, kelompok tersebut menilai belum terlihat langkah penegakan hukum yang signifikan terkait dugaan kelalaian maupun faktor-faktor penyebab yang berkontribusi terhadap besarnya dampak bencana.
Peristiwa tabrakan kereta di Bekasi yang menewaskan 16 orang juga menjadi perhatian. Independen Sumatera mencatat hanya satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka.
Mereka mempertanyakan apakah telah dilakukan audit menyeluruh terhadap kemungkinan adanya kelalaian sistemik, termasuk aspek manajemen dan operasional perusahaan.
Kasus kebakaran bus yang menyebabkan 16 penumpang meninggal dunia dalam kondisi terpanggang disebut hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti dalam proses hukum.
Independen Sumatera menilai perlu dilakukan audit menyeluruh untuk mengetahui penyebab kejadian dan menentukan pihak-pihak yang harus bertanggung jawab.
Pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda sebagian wilayah Sumatera juga menjadi sorotan.
Selain dilaporkan menyebabkan korban jiwa, peristiwa tersebut disebut menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar.
Kelompok tersebut mempertanyakan tindak lanjut investigasi dan akuntabilitas atas peristiwa yang berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat dan dunia usaha.
Menurut Independen Sumatera, berbagai tragedi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan mekanisme pertanggungjawaban publik dan penegakan hukum yang transparan.
Mereka menegaskan bahwa setiap peristiwa yang menyebabkan korban jiwa dan kerugian besar harus diusut secara menyeluruh agar masyarakat memperoleh kepastian hukum serta keadilan.
“Negara harus hadir memastikan bahwa setiap tragedi besar diinvestigasi secara profesional, transparan, dan akuntabel. Publik berhak mengetahui penyebab kejadian dan siapa yang harus bertanggung jawab,” tegas pernyataan tersebut.
Independen Sumatra menilai Republik ini seperti sarangnya para penjahat, mereka bahkan tak tersentuh hukum setelah merenggut ribuan nyawa dan merugikan ratusan triliun. Koncet koncet.
Hingga berita ini turun belum ada tanggapan resmi dari pihak-pihak yang disebutkan Independen Sumatera.
Sumber: JakartaSatu