DEMOCRAZY.ID – Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto yang dikenal vokal terhadap pemerintah, mengaku ditawari bertemu petinggi lembaga berbintang yang akan memberikan apa pun yang dia mau.
Namun, dengan tegas Tiyo menolak tawaran tersebut.
Dalam unggahan di akun Instagram @tiyoardianto_, Tiyo menulis dia dihubungi oleh seseorang yang mengajak silaturahmi. Tiyo telah mengizinkan mengutip unggahan tersebut.
“Saya kenal orang ini meskipun interaksinya terbatas sekali. Dia menghubungi saya untuk silaturahmi dan dengan ringan saya iyakan ajakan itu karena luang waktu,” tulis Tiyo, dikutip Selasa (9/6/2026).
“Saya bawa pesan dari lembaga berbintang, petingginya mau bertemu denganmu,” demikian unggahan tersebut.
Tiyo lalu diam mencerna. Sebelum bertanya apa agendanya, orang tersebut mengatakan, “Dia mau berikan apa pun yang kamu mau.”
Tiyo lantas menelan ludah. Tiyo belum mengatakan apa-apa.
Menurut Tiyo, orang tersebut lanjut bercerita bahwa salah satu pimpinan organisasi gerakan nasional sudah kebagian jatah dari lembaga ini, dalam waktu dekat jatah itu akan jadi bisnis warung yang identik dengan asal daerahnya.
“Nilainya miliaran, di Jakarta,” kata orang tersebut.
Lantas, Tiyo pun bereaksi.
“Ngapunten, Mas, kalau hanya untuk makan dan minum, saya sudah cukup…” ujarnya.
“…Bukan karena saya kaya, tapi karena saya tak butuh kemewahan apa-apa,” tulis Tiyo.
Tiyo pun segera beranjak dan pergi.
“Saya takut sekali setan dalam diri memenangkan pertarungan ini.”
Di bagian keterangan unggahannya, Tiyo menulis bahwa dia meras perlu menceritakan hal ini.
“Akhirnya, saya merasa perlu menceritakannya kepada Panjenengan semua. Tanpa merasa diri sendiri suci atau pahlawan yang kebal pada semua godaan. Saya hanya manusia yang tidak punya cukup keberanian untuk menghamba pada dunia. Semoga kita senantiasa setia kepada-Nya.”
👇👇
Menanggapi soal lembaga berbintang tersebut, Kapuspen TNI mengaku belum dapat memastikan apakah posting Tiyo diarahkan kepada institusi TNI.
Sebab lembaga berbintang di Indonesia tak hanya ditunjukkan kepada TNI.
“Atau mungkin dibuat seolah-olah TNI. Yang pasti, kami sebagai aparat negara, Panglima Tertinggi kita adalah Presiden,” ucap Nas di Mabes TNI, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).
Nas menegaskan TNI selalu menjalankan tugas sesuai garis komando tanpa adanya kata tawar menawar.
“Siapa pun Presidennya, kita tegak lurus dengan beliau dan pasti kita akan mendukung program dan kebijakan pemerintah Presiden hari ini,” katanya.
Dalam kesempatan itu Kapuspen TNI juga menyampaikan rasa terima kasih atas informasinya yang diberikan.
Menurutnya informasi tersebut akan menjadi bahan bagi institusinya.
“Terima kasih informasinya, saya juga sebagai ranah antisipasi bagi kami,” ucapnya.
Sumber: SINDO