Presiden Disebut “Tone Deaf” Soal Kondisi Ekonomi, Istana Bantah Keras: Kritik Masyarakat Selalu Didengar!

DEMOCRAZY.ID – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) M. Qadari menegaskan pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kritik dan keluhan masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang belakangan menjadi sorotan publik.

Menurut Qadari, pemerintah justru menyadari adanya sejumlah persoalan yang perlu segera diantisipasi dan ditangani, mulai dari pelemahan pasar saham, gejolak nilai tukar rupiah, hingga kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional.

“Pemerintah menyadari adanya masalah dan hal-hal yang harus diantisipasi. Karena itulah kemudian kemarin ada Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia bersama Pak Dasco sudah bertemu dan merumuskan langkah-langkah yang akan diambil,” kata Qadari saat peluncuran buku Presiden Solusi di Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026).

Qadari juga menolak anggapan bahwa pemerintah tidak mendengarkan aspirasi publik atau bahkan bersikap tone deaf.

Istilah tone deaf itu kerap digunakan di ruang publik untuk menggambarkan pemerintah atau pejabat yang dianggap tidak peka terhadap kondisi yang sedang dirasakan masyarakat.

“Yang penting adalah pemerintah itu jauh dari tone deaf, jauh dari tone deaf, melihat dan mendengarkan masalah-masalah yang ada,” ujarnya.

Ia menilai berbagai masukan yang berkembang di masyarakat justru menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan.

Karena itu, Qadari memastikan Badan Komunikasi Pemerintah yang dipimpinnya akan berupaya menjadi saluran untuk menangkap berbagai kritik, aspirasi, dan keluhan yang berkembang di ruang publik.

“Apalagi sekarang Bakomnya namanya M. Qadari,” ujarnya disambut tawa hadirin.

Qadari kemudian menegaskan komitmennya untuk membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara pemerintah, media, dan masyarakat.

“Kita insya Allah akan mendengarkan secara cermat apa-apa yang disampaikan oleh masyarakat, oleh media sebagai masukan dan kritikan untuk perbaikan,” pungkasnya.

Sumber: Suara

Artikel terkait lainnya