DEMOCRAZY.ID – Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto berkomitmen penuh mendorong perubahan radikal dalam tata kelola penyelenggaraan ibadah haji.
Langkah ini diambil guna menciptakan sejarah baru sekaligus memastikan kehadiran negara dalam melayani jemaah secara maksimal.
Dahnil mengungkapkan, pesan khusus Presiden Prabowo menjelang keberangkatan tim ke urusan eksternal haji.
Prabowo menginstruksikan agar seluruh jajaran kementerian melakukan perbaikan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Pesan dari Presiden Prabowo sebelum saya berangkat, tahun ini harus menjadi sejarah baru pengelolaan dan tata kelola haji. Harus jauh lebih baik sebagai bukti kehadiran negara,” kata Dahnil di Bandara Jeddah (18/5).
Menurut Dahnil, komitmen politik Presiden terhadap perbaikan layanan haji sangat tinggi.
Salah satu bukti konkretnya adalah langkah strategis membentuk Kementerian Haji dan Umrah secara mandiri serta melakukan revitalisasi menyeluruh pada fungsi-fungsi kelembagaan.
Atas dasar transformasi besar tersebut, Dahnil mengusulkan untuk menyematkan gelar kehormatan bagi Prabowo.
“Bagi kami, komitmen Presiden terhadap haji itu luar biasa tinggi. Saya sering menyebutkan di Kementerian Haji, harusnya Pak Prabowo ini diberi gelar Bapak Haji Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, dorongan reformasi birokrasi dan operasional dari Prabowo menjadi faktor utama yang memungkinkan dilakukannya perubahan sistemik dari hulu ke hilir.
“Karena perubahan-perubahan signifikan, beliau yang dorong kehadiran Kementerian Haji, kemudian fungsi-fungsinya direvitalisasi. Sebenarnya Pak Prabowo ini pantas kita sebut sebagai Bapak Haji Indonesia,” pungkas Dahnil.
Sumber: Detik