VIRAL! Trump Langgar Protokol Kerajaan, Nekat ‘Serobot’ Ratu Camilla di Gedung Putih

DEMOCRAZY.ID – Kunjungan kenegaraan bersejarah Raja Charles III dan Ratu Camilla ke Amerika Serikat (AS) diwarnai insiden canggung.

Presiden Donald Trump tertangkap kamera melakukan manuver yang dinilai melanggar protokol kerajaan saat penyambutan di area South Lawn, halaman Gedung Putih, Washington DC, Selasa (28/4/2026).

​Momen tersebut terjadi di tengah upacara penyambutan resmi di area South Lawn.

Dalam sebuah rekaman video yang kini viral di media sosial, Trump terlihat bergerak maju dengan terburu-buru.

Ia tampak memotong jalur jalan Ratu Camilla yang masih dalam posisi menyapa tamu undangan, semata-mata demi segera menjabat tangan anggota kabinetnya sendiri, yakni Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

​Pakar etiket dan protokol kerajaan Inggris mencatat manuver Trump ini sebagai pelanggaran serius.

Menurut tradisi baku, tamu negara dilarang keras mendahului, apalagi membelakangi anggota keluarga kerajaan, terutama di tengah prosesi penyambutan tamu.

​Namun, ‘serobotan’ tersebut rupanya bukan satu-satunya pelanggaran protokol yang dilakukan Trump hari itu.

👇👇

Rentetan aksi fisik sang Presiden AS turut menjadi sorotan tajam:

  • Tepukan di Bahu: Trump terlihat menepuk bahu Raja Charles III saat keduanya berjalan menuju kediaman. Dalam aturan tak tertulis kerajaan, menyentuh fisik penguasa Inggris secara kasual adalah tindakan yang sangat dihindari.
  • Adu Kekuatan (Power Play): Jabat tangan antara Trump dan Charles berlangsung intens selama 8 hingga 10 detik. Pakar bahasa tubuh, Judi James, menilai durasi jabat tangan yang tak wajar ini sebagai bentuk unjuk dominasi atau power play dari pihak tuan rumah.
  • Mendahului Langkah Raja: Saat sesi inspeksi pasukan, Trump kembali terekam berjalan beberapa langkah tepat di depan Raja Charles. Insiden ini seolah mengulang kesalahan identik yang pernah ia lakukan saat menyambut mendiang Ratu Elizabeth II pada 2018 silam.

​Respons Publik yang Terbelah

​Aksi Trump langsung memantik kritik keras dari para pengamat kerajaan di Inggris.

Mereka melabeli tindakan Presiden ke-45 dan ke-47 AS tersebut sebagai sikap yang ‘kurang sopan’ dalam diplomasi tingkat tinggi.

​Meski polemik memanas di media sosial, pihak Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi.

Di sisi lain, para pendukung Trump membela aksi tersebut dan menyebutnya murni sebagai gaya spontan serta keakraban sang Presiden dalam menyapa tim kerjanya.

​Terlepas dari drama adab dan protokol di South Lawn, lawatan perdana Charles ke AS dengan status sebagai Raja Inggris ini tetap berjalan sesuai jadwal.

Rangkaian acara berlanjut ke agenda krusial, di mana Raja Charles III menyampaikan pidatonya di hadapan Kongres AS sebagai simbol penguatan hubungan diplomatik kedua negara.

Sumber: Inilah

Artikel terkait lainnya