DEMOCRAZY.ID – Amerika Serikat kembali dikejutkan oleh insiden penembakan massal yang memilukan.
Kali ini, seorang pria di Shreveport, Louisiana, tega menghabisi nyawa delapan anak-anak pada Minggu (19/4/2026) pagi waktu setempat.
Ironisnya, tujuh dari delapan korban tersebut merupakan anak kandung pelaku sendiri.
Aksi brutal ini terjadi di tiga lokasi berbeda di kawasan Cedar Grove.
Kepolisian Shreveport merespons laporan tembakan sekitar pukul 06.00 dan menemukan pemandangan mengerikan di dua rumah di West 79th Street serta satu rumah di Harrison Street.
“Ini adalah lokasi kejadian yang sangat luas dengan banyak anak meninggal di tempat,” ujar Kopral Polisi Shreveport, Chris Bordelon, dengan nada berat.
UPDATE: Police release photo of four persons of interest after five people, including three students, were shot near the University of Iowa
Iowa City police say five people were injured, with one in critical condition
The shooting happened around 1.46 a.m. after a “large fight”… pic.twitter.com/hYJligZFNH
— Unlimited L’s (@unlimited_ls) April 19, 2026
Data dari Caddo Parish Coroner’s Office merinci identitas para korban yang tewas. Mereka terdiri dari tiga anak laki-laki dan lima anak perempuan yang masih sangat belia, yakni berusia antara 3 hingga 11 tahun.
Para korban diidentifikasi sebagai Jayla Elkins (3), Shayla Elkins (5), Kayla Pugh (6), Layla Pugh (7), Markaydon Pugh (10), Sariahh Snow (11), Khedarrion Snow (6), dan satu orang sepupu mereka, Braylon Snow (5).
Selain korban tewas, seorang remaja laki-laki berusia 13 tahun berhasil selamat setelah melakukan aksi heroik melompat dari atap rumah untuk melarikan diri.
Meski mengalami patah tulang, remaja tersebut diperkirakan akan pulih.
🇺🇸 Eight children killed in mass shooting in Louisiana, USA, police report.
Baca JugaThe incident occurred in the early hours of April 19. The victims ranged in age from one to 14 years old.
According to law enforcement, the shooting stemmed from a domestic dispute. Among the victims… pic.twitter.com/EjBKTpZ8My
— TheGlobalDecoder (@TGD_06) April 19, 2026
Pelaku diidentifikasi sebagai Shamar Elkins (31), seorang mantan anggota Louisiana Army National Guard yang bertugas hingga tahun 2020. Polisi menyebutkan bahwa motif di balik aksi gila ini adalah masalah rumah tangga.
Tragedi bermula saat Elkins menembak istrinya—ibu dari anak-anak tersebut—hingga luka parah.
Elkins kemudian bergerak ke rumah lain, memberondong delapan anak dan seorang wanita dewasa lainnya.
Kedua wanita tersebut kini dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Pelarian Elkins berakhir setelah ia membajak sebuah kendaraan dan terlibat aksi kejar-kejaran panas dengan aparat. Polisi akhirnya menembak mati pelaku di lokasi penyergapan.
Army Vet ID’d as Gunman That Left 8 Kids Dead.
Authorities have identified 31-year-old Shamar Elkins, an Army veteran, as the man responsible for the murder of 8 children in Shreveport, Louisiana.
Police got calls about shots fired in the Cedar Grove neighborhood shortly after… pic.twitter.com/VB24ZRZvL2
— Robbie Harvey (@therobbieharvey) April 19, 2026
Rekam jejak Elkins ternyata bukan tanpa cela. Pada 2019, ia pernah ditangkap dalam kasus senjata api setelah terlibat aksi saling tembak di dekat sebuah sekolah.
Wali Kota Shreveport, Tom Arceneaux, menyatakan duka mendalam atas insiden yang merobek rasa aman warganya ini.
“Ini mengguncang seluruh kota. Ini berdampak bagi kita semua,” tuturnya.
Berdasarkan data Gun Violence Archive, insiden ini tercatat sebagai penembakan massal ke-114 di AS sepanjang tahun 2026.
Di Shreveport sendiri, lebih dari 30 persen kasus pembunuhan dilaporkan bermotif kekerasan domestik.
According to local Shreveport police, Shamar Elkins reportedly led police on a high speed chase, killed eight of his children and shot his wife, Shaneiqua Elkins, before eventually being killed by responding police officers.#DomesticViolence #tragedy #evil #domesticviolence… pic.twitter.com/tHyJ2pZIU0
— Mrgunsngear (@Mrgunsngear) April 19, 2026
Sumber: Inilah