Amien Rais Ultimatum Prabowo: Hentikan Kezaliman atau Ambruk Bersama Gibran!

DEMOCRAZY.ID – Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, merespons penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa) oleh Polda Metro Jaya dalam kasus yang berkaitan dengan polemik ijazah Presiden ke-7 RI, Jokowi.

Amien secara khusus mengarahkan pesannya kepada Presiden Prabowo Subianto dan pihak-pihak yang berada di lingkaran kekuasaan.

Dikatakan Amien, proses hukum yang menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa merupakan persoalan serius yang tidak boleh diabaikan oleh pemerintah.

Pesan Langsung untuk Prabowo

Dengan nada tegas, Amien menegaskan bahwa pesan yang disampaikannya ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo.

Ia juga menyebut para pembantu dan orang-orang yang berada di sekitar Istana perlu mencermati perkembangan kasus tersebut.

“(Pesan) Ini saya tujukan terutama untuk Saudara Prabowo, Presiden kita, dan juga untuk orang-orang yang selalu berada di lingkaran istana yang mengerumuninya,” ujar Amien dikutip fajar.co.id, Minggu (2/16/2026).

Amien menekankan bahwa langkah yang diambil Polda Metro Jaya terhadap Roy Suryo dan Dokter Tifa sebagai bentuk ketidakadilan.

Baginya, tuduhan yang dikenakan kepada keduanya berkaitan dengan pernyataan mengenai dugaan ijazah palsu Jokowi.

“Bung Prabowo, Polda Metro Jaya menurut hemat saya telah melakukan kezaliman atas Roy Suryo dan Tifauzia,” tukasnya.

Ia kemudian menjelaskan pandangannya mengenai dasar tuduhan yang dikenakan kepada kedua tokoh tersebut.

“Tuduhannya, keduanya telah melakukan penyebaran informasi yang tidak benar karena menuding Ijazah Jokowi palsu,” imbuhnya.

Lanjut Amien, tuduhan itu muncul karena aparat penegak hukum menyimpulkan ijazah Jokowi adalah asli.

“Tuduhan itu dianggap fitnah karena dalam analisa Polda Metro Jaya, Ijazah Jokowi itu asli. Ini luar biasa,” cetusnya.

Proses Pelimpahan Perkara ke Kejaksaan

Amien juga menyinggung kondisi Roy Suryo dan Dokter Tifa yang saat ini telah berada dalam tahanan.

Ia menyebut proses hukum terhadap keduanya akan berlanjut hingga tahap pelimpahan berkas perkara ke kejaksaan.

“Sekarang kedua tokoh itu berada di ruang tahanan Polda Metro. Untuk kemudian kasus Mas Roy dan Ibu Tifa akan dilimpahkan ke kejaksaan,” sesalnya.

Blak-blakan, Amien mengingatkan Presiden Prabowo agar tidak membiarkan apa yang disebutnya sebagai kezaliman hukum terus berlangsung.

Ia bahkan memperingatkan adanya konsekuensi politik yang bisa muncul apabila kondisi tersebut dibiarkan.

“Nah, Bung Prabowo, kalau anda biarkan kezaliman hukum ini tumbuh merajalela, tunggu saja perkara politik yang akan anda hadapi,” timpalnya.

Amien Rais: Kasus Ini Puncak Kezaliman

Lebih lanjut, Amien menggambarkan penangkapan, penahanan, hingga kemungkinan pemenjaraan Roy Suryo dan Dokter Tifa sebagai bentuk ketidakadilan yang sangat serius.

Ia menggunakan istilah pinnacle of injustice untuk menggambarkan pandangannya terhadap kasus tersebut.

“Jadi penangkapan, penahanan, dan pemenjaraan Roy dan Tifa menurut saya merupakan pinnacle of injustice. Jadi sebuah puncak kezaliman,” imbuhnya.

Lebih jauh, Amien menyampaikan kritik yang lebih tajam kepada Presiden Prabowo.

Ia mengaku menilai tindakan yang terjadi saat ini sebagai bentuk kezaliman dan ketakaburan dalam penyelenggaraan kekuasaan.

“Di mata saya, dan banyak Rakyat Indonesia, anda telah menjadi presiden yang zalim dan sekaligus takabur,” tegas dia.

Amien kemudian mengaitkan pandangannya dengan ajaran agama yang diyakininya sebagai pedoman moral dalam melihat persoalan keadilan.

“Referensi saya itu adalah Al-Quran, kitab suci yang sudah berusia mendekati lima puluh seabad, yang tetap otentik, tidak bisa dipalsukan walaupun hanya satu ayat atau satu kata sampai hari kiamat kelak,” tandasnya.

“Jadi kalau anda, Bung Prabowo, ingin ambruk bersama Gibran, teruskan kezaliman anda dan ketakaburan anda. May Allah curse you,” kuncinya.

Sumber: Fajar

Artikel terkait lainnya