Misterius! China Tiba-Tiba Umumkan Zona Larangan Terbang 40 Hari

DEMOCRAZY.ID – Pemerintah China tiba-tiba mengumumkan zona larangan terbang selama 40 hari di lepas pantai Shanghai, tanpa penjelasan mengenai alasannya. Misterius!

Pembatasan wilayah udara tersebut diumumkan dalam sebuah peringatan yang dinamakan Pemberitahuan kepada Penerbang (Notice to Airmen) yang biasanya dirilis sebelum latihan militer China atau uji tembak rudal.

Namun, peringatan tersebut tidak memberikan alasan untuk zona larangan terbang yang berlangsung dari 27 Maret hingga 6 Mei, dan mencakup area sekitar 340 mil dalam lima zona tersebut.

Dilansir The Washington Times, Kamis (9/4/2026), menurut para analis militer, zona larangan terbang tersebut kemungkinan merupakan sinyal bahwa China akan melakukan latihan militer skala besar.

Namun, sejauh ini, belum ada latihan yang diumumkan.

Purnawirawan Kapten Angkatan Laut Jim Fanell mengatakan zona penutupan tersebut “kemungkinan besar terkait dengan latihan yang akan datang seperti Latihan Misi Keadilan (Justice Mission Exercises) sebelumnya.”

Latihan Misi Keadilan skala besar terakhir kali diadakan pada bulan Desember tahun lalu, dan melibatkan latihan provokatif dan mengancam dengan manuver angkatan laut dan udara di sekitar Taiwan.

Meski tidak sepenuhnya menutup jalur penerbangan sipil, kebijakan ini tetap membatasi aktivitas udara.

Pesawat komersial masih diizinkan melintas dengan koordinasi khusus, tapi pengawasan di kawasan tersebut diperketat.

Rick Fisher, seorang pakar China dari International Assessment and Strategy Center, mengatakan bahwa latihan Tentara Pembebasan Rakyat selama 40 hari akan memberi militer China itu kesempatan untuk berlatih tempo operasi tinggi atau operasi berkelanjutan untuk kemungkinan rencana invasi Taiwan.

“Lokasi area terlarang akan berfungsi untuk menghalangi pasukan AS melintas dari Korea Selatan ke area operasi Taiwan,” katanya.

Di masa lalu, pemberitahuan kepada penerbang China berlangsung selama beberapa hari.

Zona penutupan wilayah udara meliputi wilayah udara dan perairan di Laut Kuning yang menghadap Korea Selatan, ke selatan melalui Laut China Timur dekat Shanghai, dan menuju perairan dekat Jepang.

Jepang telah menjadi target utama propaganda China dalam beberapa pekan terakhir, setelah pengumuman Tokyo bahwa mereka telah mengerahkan rudal dengan jangkauan 620 mil.

Zona penutupan wilayah udara yang tidak biasa ini, dilakukan menyusul pengurangan tajam penerbangan militer China di sekitar Taiwan bulan lalu.

Selama 10 hari, tidak ada pesawat tempur dari angkatan udara China yang terdeteksi, setelah hampir dua tahun melakukan penerbangan rutin di dekat pulau itu.

Sumber: Detik

Artikel terkait lainnya