DEMOCRAZY.ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan kondisi ekonomi Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu yang disampaikan adalah posisi utang luar negeri yang dimiliki Indonesia.
Airlangga menjelaskan bahwa rasio utang luar negeri Indonesia saat ini berada di kisaran 29,9% terhadap PDB, atau masih di bawah 30%.
Mendengar angka tersebut,Prabowo sempat meminta konfirmasi apakah angka tersebut benar berada di bawah 30%.
“Dari segi ekonomi makro, konsumsi domestik baik, kuat, 54% dari PDB, dan mandiri spending index di angka360,7. Utang luar negeri masih rendah 29,9% dari PDB per hari ini,” jelas Airlangga dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).
“Maaf, maaf, 29% atau 39%? Menurun ya?” tanya Prabowo.
Airlangga lantas menjelaskan bahwa angka tersebut khusus untuk posisi utang luar negeri Indonesia.
Jika seluruh utang digabungkan, baik dari dalam maupun luar negeri maka rasio utang pemerintah Indonesia berada di sekitar 40% terhadap PDB.
“Utang luar negeri saja, Pak. Utang luar negeri. Di luar yang diambil dari dalam negeri, Pak,” sebut Airlangga.
Prabowo lantas menyebut angka tersebut menjadi salah satu yang terendah di dunia. Hal itu pun langsung dibenarkan oleh Airlangga.
“Masih salah satu terendah di dunia?” tanya Prabowo.
“Masih terendah,” jawab Airlangga.
Selain itu, Airlangga juga menyampaikan cadangan devisa Indonesia saat ini mencapai US$ 151,9 miliar, yang setara dengan pembiayaan sekitar enam bulan impor.
Angka tersebut juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran US$ 140 miliar.
Untuk diketahui, Kementerian Keuangan mencatat utang baru yang ditarik pemerintah hingga Februari 2026 sebesar Rp 185,3 triliun.
Realisasi itu setara 22,3% dari target pembiayaan utang APBN 2026 yang dipatok sebesar Rp 832,2 triliun.
Angka itu masih rendah dibanding realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 249,9 triliun.
Menurut Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, pembiayaan anggaran tahun ini masih terjaga dalam batas yang terkendali.
“Pembiayaan anggaran tahun 2026 terjaga dengan baik dalam batas terkendali. Realisasinya per akhir Februari mencapai Rp 185,3 triliun atau 22,3% dari target,” ujar Juda dalam konferensi pers APBN di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (11/3).
Sumber: Detik