Innalillahi! Siswa MIN 2 Ketahun Bengkulu Utara ‘Meninggal Dunia’ Diduga Akibat Keracunan MBG

DEMOCRAZY.ID – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Bengkulu Utara atau MIN 2 Ketahun menjadi sorotan publik setelah seorang siswa dilaporkan meninggal dunia pada Minggu malam, 1 Maret 2026.

Siswa tersebut, M Fatih (8), sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif usai mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu MBG di sekolah.

Kronologi Kejadian

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Fatih sempat mengonsumsi burger yang merupakan bagian dari paket MBG. Menu tersebut berisi roti burger, pisang, dan kacang.

Setelah mengalami keluhan kesehatan, korban dilarikan ke RSUD Lagita.

Karena kondisinya memburuk dan tidak sadarkan diri, Fatih kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara Bengkulu.

Di rumah sakit tersebut, ia mengembuskan napas terakhir.

Kabar dugaan keracunan ini pertama kali viral di media sosial dan grup WhatsApp wali murid.

Dalam tangkapan layar grup kelas, sempat beredar imbauan agar orang tua tidak mengonsumsi paket MBG yang belum sempat dimakan anak-anak mereka.

Beredarnya foto korban saat mendapat penanganan medis turut memicu kepanikan di kalangan orang tua siswa.

Kemaruk Zaman, yang mengaku sebagai Asisten Lapangan (Aslap) dapur SPPG Giri Kencana, menyebut sebagian bahan menu dibeli secara eceran.

“Roti dan kacang yang dijadikan menu MBG itu terpaksa kami beli eceran, karena bahan tersebut tidak tersedia di pihak suplier,” ujarnya saat dikonfirmasi pada 27 Februari 2026.

Ia menambahkan, bahan seperti roti dan pelengkap lainnya dibeli dari beberapa toko dan warung di sekitar Pasar D1 Ketahun.

Untuk penjelasan lebih rinci, Kemaruk menyarankan agar konfirmasi dilakukan kepada penanggung jawab dapur.

Penanggung Jawab Sebut Roti Dipasok dari Unit 1

Andi, yang disebut sebagai Penanggung Jawab Dapur SPPG Giri Kencana, menyampaikan bahwa roti burger yang digunakan dalam menu MBG dipasok oleh pihak keluarganya.

“Kalau roti untuk burger itu yang memasok adalah kakak saya yang tinggal di Unit 1,” jelasnya saat ditemui pada Sabtu malam.

Unit 1 yang dimaksud merupakan kawasan eks transmigrasi yang kini dikenal sebagai Desa Marga Sakti, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Kapolres Bengkulu Utara, Bakti Kautsar Ali, membenarkan kabar duka tersebut sekaligus memastikan penyelidikan masih berlangsung.

“Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya ananda. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pastinya dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).

Sebelumnya, polisi menyebut hanya satu siswa yang mengalami gejala sakit dari seluruh penerima MBG pada hari itu.

Namun dengan adanya korban meninggal dunia, ruang lingkup penyelidikan diperluas.

Langkah yang telah dilakukan aparat antara lain: mengamankan sampel makanan untuk diuji di laboratorium, memintai keterangan dari pihak sekolah dan penyedia makanan.

“Kami juga mengumpulkan data dari tenaga medis yang menangani korban,” tambahnya.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi sebelum hasil uji laboratorium keluar.

Peristiwa ini memunculkan perhatian serius terkait standar keamanan pangan dan pengawasan distribusi dalam program MBG di sekolah.

Kasus meninggalnya siswa MIN 2 Ketahun ini kini menjadi perhatian luas masyarakat Bengkulu Utara.

Publik menunggu kepastian hasil investigasi untuk mengetahui apakah insiden ini murni persoalan medis atau terdapat kelalaian dalam proses penyediaan makanan.

[UPDATE] Uji BPOM Negatif, BGN Pastikan Kematian Siswa di Bengkulu Utara Tak Terkait MBG

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa meninggalnya seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bengkulu Utara bernama Fatih tidak berkaitan dengan konsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Giri Kencana.

Menurut Nanik, informasi yang beredar dan mengaitkan kematian korban dengan dugaan keracunan MBG tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Fatih belum memakan menu MBG dari SPPG Giri Kencana ketika diketahui pingsan sebelum dibawa ke rumah sakit,” kata Nanik di Jakarta, Selasa (3/3).

Nanik menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis, menunjukkan adanya pendarahan otak pada korban saat dilakukan pemindaian atau CT Scan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara.

Kondisi tersebut kemudian mengharuskan Fatih dirujuk ke RS Tiara Sella yang memiliki fasilitas dan peralatan untuk melakukan operasi bedah saraf.

Awalnya, Fatih mendapatkan penanganan di RS Lagita Ketahun.

Namun rumah sakit tersebut tidak melakukan perawatan intensif, melainkan hanya tindakan kegawatdaruratan karena kondisi kesadaran korban sudah menurun dengan nilai Glasgow Coma Scale (GCS) 6, yang mengindikasikan cedera otak berat dan mengancam jiwa.

Setelah sejumlah rumah sakit di Bengkulu hingga Padang dihubungi namun fasilitas Pediatric Intensive Care Unit (PICU) penuh, korban akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara.

Hasil pemindaian otak (CT Scan) di rumah sakit tersebut menunjukkan adanya pendarahan otak.

Karena membutuhkan tindakan lanjutan, Fatih kemudian dirujuk ke RS Tiara Sella untuk menjalani operasi bedah saraf.

Dia meninggal dunia sekitar 12 jam setelah operasi dilakukan.

Hasil Uji BPOM Negatif

Selain itu, Nanik menyampaikan bahwa hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan tidak ditemukan bakteri E. coli maupun indikasi cemaran lain pada sampel makanan MBG yang diperiksa.

“Hasil uji BPOM menunjukkan seluruh sampel negatif, tidak ada bakteri E. coli, boraks, formalin, nitrit, arsen, sianida, ataupun temuan lain yang mengarah pada keracunan pangan,” ujarnya.

Dia pun menambahkan, dari sekitar 1.800 penerima manfaat MBG pada hari tersebut, hanya Fatih yang mengalami kondisi gangguan kesehatan.

“Dari 1.800 penerima manfaat, tidak ada laporan kejadian serupa. Hanya satu kasus ini, dan secara medis ditemukan adanya pendarahan otak,” tegas Nanik.

BGN menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Fatih dan mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi serta menunggu informasi resmi berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan laboratorium yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sumber: FIN

Artikel terkait lainnya